Bontang, infosatu.co – Sebanyak 112 calon jemaah haji asal Kota Bontang dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada 15 Mei 2026 mendatang.
Jumlah tersebut terdiri dari jemaah reguler, prioritas lanjut usia, pendamping, hingga jemaah cadangan yang mendapat kesempatan berangkat lebih awal tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bontang Najmuddin Tamini menjelaskan total 112 jemaah itu terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).
Rinciannya, sebanyak 51 orang merupakan jemaah berdasarkan nomor urut porsi, dua orang prioritas lanjut usia, lima orang jemaah pendamping, serta 38 jemaah cadangan tahun 2027 yang akhirnya dapat diberangkatkan pada musim haji 2026.
Selain itu, terdapat 15 jemaah mutasi masuk yang sebelumnya mendaftar di daerah lain namun kini berdomisili di Kota Bontang.
Jemaah mutasi tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Samarinda 1 orang, Kutai Kartanegara 2 orang, Mamuju 2 orang, Pinrang 1 orang, Kupang 5 orang, Nganjuk 1 orang, Dumai 2 orang dan Jakarta 1 orang.
“Mutasi masuk ini karena mereka berdomisili di Bontang, meskipun sebelumnya mendaftar dari daerah lain,” ujar Najmuddin, Kamis, 7 Mei 2026.
Dari total calon jemaah yang berangkat, sebanyak 46 orang berjenis kelamin laki-laki dan 66 perempuan. Jemaah termuda tercatat berusia 18 tahun, sedangkan yang tertua berusia 80 tahun.
Jumlah tersebut belum termasuk empat jemaah asal Bontang yang tercatat mutasi keberangkatan ke Solo dan Yogyakarta.
Najmuddin mengatakan kuota keberangkatan haji Bontang tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai sekitar 145 jemaah.
Menurutnya, penurunan itu dipengaruhi kebijakan baru penentuan keberangkatan berdasarkan nomor urut porsi tingkat provinsi.
“Sekarang sistemnya berdasarkan urutan provinsi yang lebih dulu mendaftar. Karena itu ada daerah yang tahun ini jumlah keberangkatannya turun,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi serupa juga dialami beberapa kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur. Bahkan di Kutai Kartanegara, jumlah keberangkatan disebut turun hingga hampir 300 jemaah dibanding tahun sebelumnya.
Sementara di Kutai Barat, jumlah jemaah yang biasanya mencapai sekitar 80 orang tahun ini hanya tersisa 7 orang.
Menurut Najmuddin, banyaknya antrean jemaah dari Samarinda juga ikut memengaruhi distribusi kuota keberangkatan haji di Kalimantan Timur.
Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah keberangkatan jemaah asal Bontang akan kembali meningkat pada musim haji berikutnya.
“Insyaallah tahun depan jumlah keberangkatan jemaah Bontang bisa lebih banyak,” katanya.
Saat ini, masa tunggu keberangkatan haji di Kota Bontang berada di kisaran 29 tahun.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengingatkan para calon jemaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga ketahanan fisik karena aktivitas ibadah dan kondisi cuaca di Arab Saudi cukup berat.
“Saya titip dijaga kesehatannya. Karena tidak hanya spiritual tapi juga fisik. Maka saya titip jangan terlalu memaksakan, karena situasi di sana luar biasa,” ujarnya.
Neni juga meminta para calon jemaah memperbanyak zikir dan turut mendoakan Kota Bontang agar tetap aman serta pembangunan daerah berjalan dengan baik.
“Titip doa untuk Kota Bontang juga para pemimpinnya agar amanah dalam menjalankan tugasnya untuk pembangunan Kota Bontang,” pungkasnya. (Adv)
