infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Anggaran Tertekan, Rencana Pembelian Mess Bontang di Jakarta Akhirnya Dibatalkan

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memutuskan tidak jadi membeli mess di Jakarta seharga Rp8,5 miliar. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Tekanan fiskal yang tengah dihadapi Pemerintah Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) membuat sejumlah rencana belanja daerah harus dikaji ulang.

Salah satu yang terdampak adalah rencana pembelian mess atau asrama di Jakarta yang sebelumnya sempat masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan, pembelian aset tersebut akhirnya dicoret dari daftar program tahun ini.

Keputusan itu diambil setelah pemerintah menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum memungkinkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Ada beberapa kegiatan yang memang harus kita hapus dari perencanaan tahun ini. Salah satunya pembelian mess atau asrama di Jakarta,” katanya.

“Sebenarnya tujuan kita dulu untuk efisiensi, karena selama ini setiap tahun kita menyewa dengan biaya sekitar Rp500 juta,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Neni, rencana pembelian mess tersebut awalnya diproyeksikan sebagai langkah jangka panjang untuk menekan pengeluaran rutin pemerintah daerah.

Jika memiliki aset sendiri, biaya sewa yang selama ini dikeluarkan setiap tahun bisa dihemat.

Namun dalam kondisi keuangan daerah saat ini, pemerintah terpaksa menunda rencana tersebut.

“Kalau kondisi anggaran kita kuat, tentu lebih baik punya aset sendiri. Tapi sekarang kita harus realistis melihat kemampuan keuangan daerah. Jadi sementara ini kita tunda dulu,” jelasnya.

Sebagai langkah alternatif, Pemkot Bontang memutuskan tetap menggunakan sistem sewa. Namun pemerintah berupaya menekan biaya pengeluaran dengan mencari tempat tinggal yang jauh lebih murah dibandingkan sebelumnya.

“Mess yang disewa juga kita turunkan biayanya. Kita pindah cari kontrakan yang mungkin hanya sekitar Rp100 juta setahun. Apa boleh buat, memang kondisi keuangan kita seperti ini,” kata Neni.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran yang saat ini harus dilakukan pemerintah daerah.

“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi. Yang penting kegiatan pemerintahan tetap berjalan, tapi pengeluaran juga harus lebih hemat,” tambahnya.

Selain menekan biaya sewa, pemerintah juga berencana melelang sejumlah barang yang ada di mess lama.

Beberapa perlengkapan seperti tempat tidur dan fasilitas lainnya akan dijual sebagai bagian dari langkah efisiensi.

Data pemerintah menunjukkan, selama sekitar 26 tahun terakhir Pemkot Bontang telah mengeluarkan anggaran kurang lebih Rp13 miliar.

Anggaran tersebut untuk menyewa mess di kawasan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat. Rata-rata biaya sewa yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp500 juta setiap tahun.

Besarnya pengeluaran tersebut sebelumnya menjadi salah satu alasan kuat pemerintah mempertimbangkan pembelian aset permanen di Jakarta.

Dengan memiliki mess sendiri, pemerintah berharap pengeluaran rutin tersebut dapat ditekan dalam jangka panjang.

Namun dengan kondisi fiskal yang sedang tertekan, pemerintah memilih menunda rencana tersebut dan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan yang dinilai lebih mendesak di daerah. (Adv)

Related posts

Kredit Bontang Kreatif Sulit Diakses, UMKM Keluhkan Syarat dan BI Checking

Rizki

Kredit Bontang Kreatif Baru Sentuh 117 Usaha dari Target 500 UMKM per Tahun

Rizki

Pemkot Bontang Nilai Belum Tertata, Pulau Beras Basah Dibuka untuk Dikelola Swasta

Rizki

You cannot copy content of this page