Bontang, infosatu.co – Proses pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) daerah di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi kendala administrasi.
Hingga hari kedua pelaksanaan, baru sekitar 50 persen calon penerima manfaat yang menyelesaikan pembuatan virtual account sebagai syarat pencairan bantuan.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang saat dilakukan peninjauan lapangan pada Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, pencairan bantuan hanya dapat dilakukan jika penerima telah memiliki virtual account di Bank Kaltimtara, dan proses tersebut tidak dapat diwakilkan oleh pihak lain.
“Padahal syarat pencairan harus ada virtual account dan tidak boleh diwakilkan,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Karena itu, ia menilai perlu ada langkah konkret untuk mengatasi hambatan yang menyebabkan proses administrasi berjalan lambat.
Ia menegaskan, kendala utama saat ini bukan berada pada pemerintah, melainkan pada partisipasi masyarakat penerima manfaat yang masih rendah dalam melengkapi persyaratan.
Andi Faiz meminta pihak kelurahan bersama ketua RT lebih aktif mendorong warga datang langsung ke bank untuk menyelesaikan proses pembuatan rekening.
Menurutnya, kehadiran perangkat lingkungan sangat penting untuk membantu warga memahami prosedur administrasi yang harus dipenuhi.
“Kelurahan dan RT harus lebih proaktif. Warganya dibantu diarahkan. Memang banyak yang tidak mengerti dan butuh didampingi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan sebagian kategori bantuan sebenarnya telah mulai dicairkan sejak Januari 2026.
Ia merinci, penerima bantuan untuk kategori penyandang disabilitas tercatat sebanyak 290 orang, lansia 59 orang, serta anak yatim piatu terlantar sebanyak 110 orang.
Sementara untuk kategori fakir miskin terdapat sekitar 470 penerima manfaat. Namun jumlah tersebut masih berpotensi berubah.
Hal ini karena pemerintah daerah masih melakukan revisi terhadap peraturan wali kota yang menjadi dasar penyaluran bantuan.
Toetoek berharap proses pembuatan virtual account bagi penerima BLT dapat segera diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.
“Iya, hari ini masih sekitar 50 persen penerima yang membuat virtual account di Bank Kaltimtara. Kita target Jumat atau Senin semua rampung. Harapannya Ketua RT langsung dampingi warganya,” ujarnya. (Adv)
