Samarinda, infosatu.co – Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis dini hari, 26 Maret 2026 menghanguskan puluhan bangunan di area pasar.
Di balik peristiwa tersebut, para pedagang menjadi pihak yang paling terdampak, termasuk Arjuna yang telah puluhan tahun menggantungkan hidupnya di pasar itu.
Arjuna mengatakan titik kebakaran berada di bagian tengah pasar. Ia yang sehari-hari berjualan udang dan es batu mengalami kerugian besar akibat peristiwa tersebut.
“Mungkin kerugian saya sekitar Rp100 juta-an. Rukonya habis, bangunannya habis, freezer juga hancur semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usahanya selama ini menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarga. Selain menjual udang, ia juga memasok es batu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ikan hingga gilingan daging.
Dari usaha itu, ia biasanya memperoleh penghasilan harian di kisaran belasan juta rupiah, dengan es batu saja bisa mencapai sekitar satu juta rupiah per hari.
Sebagian barang sempat diselamatkan saat kebakaran terjadi. Namun secara keseluruhan, kerusakan yang dialami tetap tidak bisa dihindari.
Arjuna juga mengaku telah menyampaikan langsung keluhannya kepada Wali Kota Samarinda, khususnya terkait ruko yang ikut terdampak.
Ia memahami adanya kendala anggaran, tetapi berharap ada solusi cepat agar pedagang bisa kembali beraktivitas. “Yang penting ada atap dulu supaya tidak kena hujan sama panas,” katanya.
Terkait rencana relokasi, Arjuna menyebut para pedagang pada dasarnya siap dipindahkan sementara waktu. Baginya, yang terpenting adalah keberlangsungan usaha.
“Pedagang kami siap direlokasi, yang penting dicarikan tempat untuk usaha kembali,” tegasnya.
Meski mengalami kerugian besar, Arjuna menegaskan tetap akan bertahan di Pasar Segiri. Ia tidak memiliki tempat lain untuk melanjutkan usaha.
“Mau permanen atau sementara tidak masalah, yang penting bisa ditempati jualan dulu,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Hendra, menyampaikan pihaknya menerima laporan kebakaran pada dini hari dan langsung melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.20 WITA dan langsung bergerak cepat. Dalam penanganan ini, kami mengerahkan total 14 unit dengan 50 personel, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 2 jam 35 menit,” ujarnya.
Hendra menyebut, Berdasarkan data sementara, total ada 44 bangunan yang terbakar, terdiri dari 20 petak kios dan 24 ruko di kawasan Pasar Segiri.
