Samarinda, infosatu.co – Setelah diberi kelonggaran selama Ramadan, pedagang yang masih bertahan berjualan di atas trotoar kini bersiap menghadapi penertiban.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda menegaskan, masa toleransi telah berakhir dan kondisi kota harus kembali normal seperti sebelum Ramadan.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis, menyatakan bahwa aturan yang berlaku selama bulan suci tidak lagi menjadi alasan bagi pelaku usaha untuk tetap menggunakan fasilitas umum.
“Ya boleh normal lah, karena surat edaran kemarin kan berlaku saat bulan suci Ramadan. Berarti setelah itu ya kembali normal seperti biasa,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026 di Theme Park.
Ia menegaskan, penggunaan trotoar selama Ramadan masih dapat dimaklumi karena momentum tahunan, dengan catatan tidak mengganggu ketertiban. Namun setelah Lebaran, alasan tersebut tidak lagi relevan.
“Untuk habis Lebaran ini, kami minta, kami himbau untuk menertibkan mandiri, supaya keindahan tata kota Samarinda ini terlihat cantik lagi, tidak kumuh,” tegasnya.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan belum semua pedagang mematuhi imbauan tersebut. Anis mengakui masih ada sejumlah titik yang belum beranjak, bahkan tetap beroperasi seperti saat Ramadan, salah satunya di kawasan Kebaktian.
“Terutama di Jalan Kebaktian ini, sampai sekarang tadi saya lewati, belum beranjak,” ungkapnya.
Kondisi ini mendorong Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan mulai hari aktif pasca-Lebaran. Penertiban akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pendekatan persuasif sebelum tindakan tegas diambil.
“Ya kami himbau dulu lah, kan kita juga sudah ada humanisnya. Tapi kalau tidak mau menertibkan mandiri, ya kami yang akan turun tangan,” katanya.
Anis juga menyinggung pola lama yang kerap berulang, di mana pelanggaran baru ditertibkan setelah ada tindakan langsung dari petugas.
Hal ini menjadi catatan bagi Satpol PP untuk tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga mendorong kepatuhan jangka panjang.
“Bagaimana kita membuat terobosan-terobosan kembali, di mana pelanggar Perda ini betul-betul patuh, tidak berulang,” pungkasnya.
