infosatu.co
Samarinda

Operasi Ketupat Mahakam 2026, Pantau Mobilitas Masyarakat di Pusat Perbelanjaan dan Lokasi Wisata

Teks: Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar saat memberikan keterangan pers (Infosatu.co/Fird)

Samarinda, infosatu.co – Memasuki hari ke-12 Operasi Ketupat Mahakam 2026, mobilitas masyarakat Samarinda meningkat tajam, dari padatnya jalur transportasi hingga pusat keramaian.

Di tengah peningkatan itu, aparat kepolisian menyoroti potensi kepadatan di pusat perbelanjaan dan lokasi wisata sebagai titik rawan yang perlu diantisipasi serius.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyebut pengamanan dilakukan secara terintegrasi melalui Zoom Meeting bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga kepala dinas terkait.

Pemantauan difokuskan langsung di titik-titik wisata di masing-masing daerah untuk memastikan kesiapan pengamanan Operasi Ketupat.

Secara umum, kondisi kota masih terkendali, meski tidak sepenuhnya tanpa catatan.

“Alhamdulillah sampai saat ini masih berlangsung dengan aman dan lancar, ada kejadian menonjol mungkin hanya terkait pembunuhan mutilasi tanggal 21 Maret 2026 kemarin,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026 di Theme Park.

Namun di balik situasi yang disebut kondusif, data menunjukkan tekanan mobilitas yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Arus penumpang di terminal, bandara, hingga pelabuhan tercatat naik, baik yang masuk maupun keluar dari Samarinda.

Kondisi ini mengindikasikan pergerakan Lebaran tahun ini tidak hanya tinggi, tetapi juga lebih dinamis.

Pola arus mudik pun dinilai tidak lagi terpusat. Kebijakan work from anywhere membuat pergerakan masyarakat tersebar dalam beberapa hari.

Di satu sisi mengurai puncak kepadatan, namun di sisi lain memperpanjang periode kerawanan.

Di dalam kota, pergeseran keramaian justru terjadi ke pusat perbelanjaan. Big Mall, Samarinda Square, SCP, hingga Pasar Pagi menjadi magnet utama warga.

Fenomena ini mempertegas karakter masyarakat perkotaan yang menjadikan mall sebagai destinasi utama selama libur Lebaran.

“Tempat wisata yang paling banyak didatangi tetap pusat perbelanjaan,” kata Hendri.

Kondisi tersebut memunculkan tantangan tersendiri. Meski pos pengamanan telah disiapkan di pusat perbelanjaan, pengawasan di lokasi wisata dinilai tidak selalu bersifat menetap.

Aparat lebih mengandalkan pemantauan situasional, terutama pada aspek lalu lintas, kantong parkir, dan kondisi di dalam area wisata.

“Sejumlah titik seperti Samarinda Temindung, Taman Samarendah, hingga berbagai wisata air dan wahana seperti Wonderland masuk dalam daftar perhatian,” ungkapnya.

Hendri menyebut, sedikitnya ada sekitar 10 lokasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Hendri menekankan pentingnya peran pengelola dalam mengantisipasi dampak kepadatan, khususnya terkait penyediaan parkir dan pengaturan arus kendaraan. Tanpa itu, potensi kemacetan di akses masuk dinilai sulit dihindari.

“Yang kita monitor itu lalu lintas di depan tempat wisata, kantong parkir, termasuk kondisi di dalam lokasi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung perlunya imbauan keselamatan di dalam area wisata untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, mengingat tingginya aktivitas masyarakat di ruang publik.

“Secara umum, hingga hari ini situasi Idulfitri di Samarinda masih aman dan kondusif. Keramaian memang bergeser ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan,” katanya.

“Namun seluruh personel Operasi Ketupat tetap siaga mengamankan aktivitas masyarakat,” pungas Hendri.

Related posts

Satpol PP Warning Pedagang: Usai Lebaran, Trotoar Harus Bersih

Firda

Bukan Cuma Kebakaran, Damkar Juga Evakuasi Ular hingga Lepas Cincin di Jari Warga

Firda

Pengusaha Nahdliyin dan MUI Kaltim, Matangkan Peresmian Masjid Keramat di Sangatta

Rizki

You cannot copy content of this page