infosatu.co
Samarinda

Harga Ayam Naik Rp70 ribu Jelang Lebaran, Pedagang Sebut Sudah Jadi Pola Tahunan

Teks: Harga Ayam di Pasar Rahmat Naik Rp70 ribu Jelang Lebaran (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga ayam potong di Pasar Rahmat, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan yang cukup terasa. Kondisi ini diakui oleh salah satu pedagang ayam, Maya, yang menyebutkan bahwa lonjakan harga sudah terjadi sejak H-7 Lebaran.

Ia menyebut, harga ayam per ekor yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu kini naik menjadi Rp70 ribu. Kenaikan ini juga terjadi pada harga per kilogram yang saat ini berada di angka Rp30 ribu lebih.

Ia menilai, tren kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran merupakan hal yang lumrah dan terjadi hampir setiap tahun.

“Kenaikan pasti ada, dan ini sudah biasa. Setiap menjelang Lebaran memang seperti ini, jadi sudah dianggap standar oleh pedagang,” ujarnya.

Meski harga mengalami kenaikan, Maya mengaku tetap menjaga ketersediaan stok, meskipun tidak dalam jumlah besar.

Ia memilih untuk menyediakan stok secukupnya guna menghindari risiko kerugian jika terjadi fluktuasi harga yang tidak menentu.

Dari sisi permintaan, ia menilai tidak ada penurunan yang signifikan. Masyarakat tetap membeli ayam karena merupakan kebutuhan pokok, terutama menjelang hari raya. Hal ini membuat penjualan tetap berjalan normal meskipun harga naik.

“Enggak terlalu berpengaruh ke penjualan, karena ayam tetap dibutuhkan. Kalau memang perlu, ya mereka tetap dibeli,” katanya.

Namun, di balik itu, Maya mengungkapkan adanya tantangan dalam mendapatkan pasokan ayam dari agen. Para pedagang harus bersaing satu sama lain untuk memperoleh stok, terutama saat permintaan meningkat tajam.

“Kita ini rebutan, siapa cepat dan kuat, dia yang dapat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kenaikan harga bukan berasal dari pedagang, melainkan dari pihak agen atau distributor.

“Dari agen sudah naik, jadi kami ikut saja. Kalau hari-hari biasa, harganya normal, saja kok” tegasnya.

Selain ayam potong, ia juga menyoroti lonjakan harga ayam petelur hidup atau yang biasa disebut ayam telur.

Jika pada hari normal harga berada di kisaran Rp120 ribu per ekor, kini menjelang Lebaran bisa mencapai Rp250 ribu. Kenaikan ini tergolong cukup tinggi dibandingkan ayam potong.

Meski demikian, Maya mengaku tidak menjual ayam jenis tersebut karena harganya yang fluktuatif dan relatif lebih mahal.

Secara umum, kondisi pasar menjelang Lebaran menunjukkan pola yang berulang setiap tahun, yakni kenaikan harga diikuti dengan permintaan yang tetap tinggi.

Para pedagang pun berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut, baik dari sisi stok maupun strategi penjualan, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa mengalami kerugian.

Related posts

2 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Samarinda Dapat Remisi, Bebas di Hari Idulfitri 2026

Rizki

Terminal Lempake Tetap Buka Saat Idulfitri 2026, Layanan Bus Disiagakan untuk Penumpang

Rizki

Arus Mudik di Terminal Lempake Landai, Penumpang Belum Membludak Jelang Lebaran

Zainal Abidin

You cannot copy content of this page