infosatu.co
POLITIK

Reses DPRD Kota Pasuruan, H Mokhamad Khasan Jaring Aspirasi Masyarakat

Teks: Reses DPRD Kota Pasuruan, H. Mokhamad Khasan, (infosatu.co/Koko).

Kota Pasuruan, infosatu.co – Komitmen dalam memperjuangkan aspirasi rakyat kembali ditunjukkan anggota DPRD Kota Pasuruan, H Mokhamad Khasan, melalui kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat dalam rangka Reses I Masa Sidang I Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar pada Senin malam, 16 Maret 2026, tersebut berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat Krapyakrejo Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Teks: Ketua DPRD Kota Pasuruan, H.M.Toyib, (infosatu.co/Koko).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Mohamad Toyib, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, pengurus Partai Golkar, serta relawan dan perwakilan media.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, H Mohamad Toyib memberikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan reses yang dinilai berjalan maksimal serta sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa reses merupakan sarana penting untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Reses ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk hadir dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan akan kami kawal dalam pembahasan di DPRD, ujarnya, Selasa 17 Maret 2026.

Ia juga secara terbuka memaparkan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami tekanan cukup berat akibat berkurangnya dana dari pemerintah pusat.

“APBD Kota Pasuruan sebelumnya sekitar Rp1,07 triliun, saat ini turun menjadi sekitar Rp900,5 miliar. Penurunannya cukup signifikan, di antaranya karena pemotongan dana transfer pusat sebesar Rp138 miliar,” jelasnya.

Tak hanya itu, dana bagi hasil cukai juga mengalami pengurangan sekitar 50 persen.

“Dana bagi hasil cukai yang sebelumnya sekitar Rp32 miliar, kini berkurang menjadi sekitar Rp16 miliar. Jadi total pengurangan dari dua sektor ini saja sudah mencapai kurang lebih Rp154 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, dari total APBD sebesar Rp900,5 miliar tersebut, hampir 50 persen atau sekitar Rp450 miliar terserap untuk belanja pegawai. Sementara sisanya masih harus digunakan untuk belanja operasional rutin.

“Setelah dipotong belanja pegawai sekitar Rp450 miliar, kemudian kebutuhan operasional sekitar Rp300 miliar, maka anggaran yang benar-benar bisa digunakan untuk pembangunan hanya berkisar Rp300 miliar,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menekankan pentingnya penentuan skala prioritas dalam setiap usulan pembangunan.

“Kita harus benar-benar selektif. Program yang diusulkan harus yang paling dibutuhkan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, H. Mokhamad Khasan, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor ekonomi.

“Kami akan fokus pada program yang menyentuh langsung masyarakat, terutama UMKM dan pemberdayaan ekonomi lokal agar tetap bertahan di tengah kondisi yang ada,” ujarnya.

Suasana dialog dalam kegiatan tersebut berlangsung interaktif. Masyarakat menyampaikan berbagai usulan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga dukungan terhadap pelaku usaha kecil.

Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat serta komitmen DPRD Kota Pasuruan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Related posts

Serap Aspirasi, Muhammad Munif Siap Kawal Program Prioritas untuk Warga Pasuruan

Zainal Abidin

DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan Bagikan 2.500 Paket Sembako untuk Masyarakat

Zainal Abidin

Forum Penguatan di Bontang, Iffa Rosita Soroti Peran Perempuan dan Bahaya Politik Uang dalam Demokrasi

Rizki

You cannot copy content of this page