infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Tihi-Tihi Disiapkan Jadi Kampung Wisata Bahari, Neni: Berpotensi Diving hingga Kuliner Pesisir

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat memberikan pernyataan kepada awak media, Senin, 16/3/2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mematangkan rencana pengembangan Kampung Tihi-Tihi di Kelurahan Bontang Lestari.

Kampung Tihi-Tihi dijadikan sebagai sebagai destinasi wisata bahari baru yang menawarkan pengalaman wisata kampung terapung, kuliner laut, hingga aktivitas selam.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kawasan pesisir tersebut memiliki potensi wisata yang cukup lengkap karena tidak hanya dikenal sebagai permukiman nelayan.

Tetapi juga sebagai sentra budidaya rumput laut dan teripang milik masyarakat setempat.

Menurutnya, konsep pengembangan kawasan wisata itu tidak sekadar menghadirkan tempat berkunjung, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Di sana nanti bisa menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Ada kampung terapung, kuliner laut, sampai aktivitas diving,” ujar Neni saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan kawasan tersebut juga memiliki akses menuju titik penyelaman di sekitar perairan Bontang yang dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata bahari.

Selain itu, lokasinya yang tidak jauh dari Pulau Selangan membuat kawasan tersebut berpotensi terhubung dengan jaringan wisata bahari lain di sekitar pesisir Bontang.

Dalam rencana yang disusun pemerintah kota, Kampung Tihi-Tihi nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis masyarakat.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan laut, tetapi juga dapat melihat langsung aktivitas warga seperti budidaya rumput laut hingga kehidupan nelayan di kampung terapung.

“Konsepnya memang wisata berbasis masyarakat. Jadi wisatawan bisa merasakan langsung suasana kampung nelayan di pesisir,” jelasnya.

Pemerintah kota menargetkan kawasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp54 miliar telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Proses pengembangan akan rencananya dimulai pada tahun depan.

Menurut Neni, nilai tersebut cukup besar jika sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang, sehingga pemerintah daerah berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi.

“Kalau menggunakan APBD kota tentu cukup berat. Karena itu kita berharap ada dukungan dari provinsi,” katanya.

Selain dukungan pemerintah provinsi, peluang kerja sama dengan sektor swasta juga terbuka untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata tersebut.

“Bisa saja nanti berkolaborasi dengan pihak swasta. Tetapi tentu harus melalui proses dan mekanisme yang ada di masing-masing perusahaan,” tambahnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, pemerintah kota menilai pengembangan Kampung Tihi-Tihi tidak hanya akan menambah destinasi wisata baru di Bontang, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata, usaha kuliner, hingga aktivitas wisata bahari. (Adv)

Related posts

Meski APBD Bontang Turun, Neni Pastikan Program Sosial Tetap Jalan

Rizki

Buka Puasa Bersama PWSB, Neni Serukan Warga Sunda Ngahiji Bangun Bontang

Rizki

Akhir Ramadan, Pemkot Bontang Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Nurul Hidayah

Rizki

You cannot copy content of this page