infosatu.co
PEMERINTAH

35 Persen Utang Pemkot Samarinda Telah Terbayar

Teks: Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Infosatu.co)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih memprioritaskan penyelesaian kewajiban keuangan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 35 persen utang pemerintah daerah telah berhasil dibayarkan secara bertahap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan pembayaran utang menjadi salah satu fokus utama pemerintah sesuai arahan Wali Kota Samarinda.

Karena itu, sebagian besar ruang fiskal saat ini diarahkan untuk memenuhi kewajiban tersebut.

“Yang saya ingat, fokusnya memang pembayaran utang. Sampai Juni kemarin sekitar 35 persen utang sudah terbayarkan,” ujarnya, di Samarinda, Jumat 30 Juli 2026.

Neneng menjelaskan pembayaran dilakukan secara bertahap, terutama terhadap kewajiban yang nilainya cukup besar.

Meski belum seluruhnya lunas, menurutnya nilai utang pemerintah daerah terus mengalami penurunan.

“Ada beberapa kewajiban yang nilainya cukup besar sehingga pembayarannya dilakukan secara mencicil. Tetapi semuanya terus berkurang,” katanya.

Di sisi lain, pemkot tetap menjalankan sejumlah program prioritas, terutama kegiatan perencanaan yang dipersiapkan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan pada 2027.

Menurut Neneng, beberapa pekerjaan telah berjalan meski proses pembayaran kepada penyedia baru akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Perencanaannya sudah berjalan. Insyaallah pembayaran untuk beberapa pekerjaan akan mulai dilakukan pada Agustus ini,” jelasnya.

Terkait serapan anggaran secara keseluruhan, Neneng mengaku belum mengingat angka pasti. Namun ia memastikan aktivitas organisasi perangkat daerah (OPD) tetap berjalan sesuai jadwal meski berada dalam situasi efisiensi anggaran.

Ia menilai belum ada OPD yang mengalami hambatan berarti dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya karena banyak kegiatan tetap dapat dilaksanakan melalui kolaborasi antarlembaga tanpa membutuhkan anggaran besar.

“Rata-rata OPD tetap bekerja sesuai jadwal. Tidak semua kegiatan harus menggunakan anggaran. Banyak program yang tetap berjalan melalui kolaborasi, seperti sosialisasi maupun pembinaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Samarinda, lanjut Neneng, berupaya menjaga agar pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan fiskal, sembari menuntaskan kewajiban pembayaran utang dan menyiapkan program pembangunan untuk tahun anggaran berikutnya.

Related posts

Komando Lanud Dhomber Berganti, Seno Aji Tekankan Sinergi TNI-Polri dan Pemda

Ratu

Samarinda Pangkas Anggaran Makan Minum Rp98 Miliar dan Perjalanan Dinas

Rizki

Andi Harun Minta Rudy Undang 10 Kepala Daerah untuk Perjuangkan TKD, Sudarno Bilang Sudah

Rizki