infosatu.co
KALTIM

Talkshow MUI Kaltim Kupas Pentingnya Usaha Halal, Inovatif dan Ramah Lingkungan

Teks: Talk Show bertajuk "Hijrah Menuju Usaha Berkah : Inovasi dalam Gizi, Ekonomi, dan Ekologi".

Samarinda, infosatu.co – Semangat pemberdayaan perempuan dan wirausaha berlandaskan nilai keislaman mengemuka dalam talkshow bertajuk “Hijrah Menuju Usaha Berkah: Inovasi dalam Gizi, Ekonomi, dan Ekologi”.

Talkshow ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK), bekerja sama dengan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI).

Acara yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur pada 12 November 2025 ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, Andi Noor Sikin sebagai ketua Komisi perempuan, remaja, dan keluarga MUI Kaltim dan juga Gina Saptiani sebagai pengurus PPUMI.

Kedua narasumber tersebut memotivasi peserta untuk berani memulai usaha dengan semangat inovasi, keberkahan, dan kepedulian lingkungan.

Dalam paparannya, Andi menekankan pentingnya keberanian dalam memulai usaha, terlepas dari keterbatasan modal atau pengalaman.

“Kalau kita berbicara tentang bagaimana memulai usaha, hal paling penting adalah berani melangkah. Banyak orang berpikir tidak punya modal atau belum punya pengalaman, padahal yang utama adalah keberanian untuk mulai dari apa yang ada,” ujarnya.

Ia juga mendorong peserta untuk mengenali potensi diri dan menjadikan minat pribadi sebagai pijakan awal dalam berwirausaha.

“Mulailah dari hal kecil dan dari apa yang kita sukai. Kalau suka memasak, bisa mulai jualan makanan dari rumah. Kalau suka menjahit, buatlah pakaian sederhana. Yang penting berani memulai,” tambahnya.

Andi Noor Sikin juga menyoroti pentingnya branding dan inovasi produk dalam menghadapi persaingan usaha saat ini.

Menurut dua Narasumber, pelaku UMKM harus kreatif dalam memanfaatkan peluang.

Ada istilah ATM — Amati, Tiru, dan Modifikasi. Kalau belum punya ide baru, amati usaha orang lain, tiru hal baiknya, lalu modifikasi dengan sentuhan khas sendiri. Misalnya dengan kemasan yang menarik atau cita rasa yang unik.

Gina juga menyatakan bahwa makanan harus halal karena hal ini berkaitan langsung dengan kepercayaan, kesehatan, dan kenyamanan batin konsumen.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, kehalalan menjadi standar utama dalam memilih produk makanan.

“Ketika suatu produk sudah jelas halal, konsumen merasa yakin dan tenang untuk mengonsumsinya tanpa rasa khawatir melanggar ajaran agama.

Selain itu, makanan halal juga umumnya melalui proses produksi yang bersih, aman, dan higienis, karena aturan halal mencakup tidak hanya bahan baku, tetapi juga cara pengolahan dan penyimpanannya” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MUI Kaltim dan PPUMI berharap semakin banyak perempuan dan generasi muda yang terdorong untuk berwirausaha secara mandiri, beretika, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keberkahan dalam setiap langkahnya.

Related posts

Polda Kaltim: Perlu Diperkuat Edukasi Digital, Pelajar Kini Tersasar Hoaks, Pornografi, Eksploitasi Anak

Firda

Humas Polda Kaltim: Remaja Perlu Waspada Terhadap Dampak Hukum dan Risiko Kejahatan Siber

Firda

Kejati Kaltim Dorong Pidana Kerja Sosial, Pelaku Tak Selalu Harus Dipenjara

Emmy Haryanti

Leave a Comment

You cannot copy content of this page