infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Plt Kadispora Kaltim, Faisal: Tak Ada Praktik Atlet Titipan di Kompetisi: Siapa yang Menang Berangkat

Teks: Plt. Kadispora Kaltim Muhammad Faisal, saat memberikan sambutan pada pembukaan Kejurprov ORADO Kaltim di GOR Segiri. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, infosatu.co – Diingatkan seluruh pengurus cabang olahraga di daerah Kaltim agar tidak menerapkan praktik “atlet titipan” dalam setiap kompetisi.

Demikian ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal.

Ia menegaskan, atlet yang berhak mewakili daerah dalam kejuaraan adalah mereka yang benar-benar meraih kemenangan di arena pertandingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisal saat memberikan sambutan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Timur yang berlangsung di GOR Segiri, Sabtu, 11 April 2026.

Menurutnya, integritas dalam kompetisi merupakan kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi. Karena itu, ia menekankan agar setiap cabang olahraga menjaga sportivitas dan kejujuran dalam proses seleksi atlet.

“Jangan sampai kompetisi itu dicederai. Kalau sudah ada pertandingan dan ada yang menang, maka yang berangkat adalah yang menang itu. Jangan sudah kompetisi, yang menang siapa, yang dikirim malah orang lain,” tegas Faisal.

Ia menilai praktik titipan atlet berpotensi merusak sistem pembinaan olahraga karena tidak memberi ruang yang adil bagi atlet yang benar-benar berprestasi.

Faisal juga mengingatkan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet semata, tetapi juga oleh soliditas organisasi yang menaungi mereka.

“Keutuhan dan kekompakan kepengurusan sangat mempengaruhi prestasi atlet. Kalau kepengurusannya ribut, tidak akan ada prestasi atlet,” ujarnya.

Selain kepengurusan yang solid, ia menilai kompetisi yang rutin digelar juga menjadi faktor penting dalam membentuk atlet berprestasi. Tanpa adanya kompetisi, kemampuan atlet tidak akan berkembang secara maksimal.

“Selain kepengurusan yang baik, harus ada kompetisi. Kalau tidak ada kompetisi, tidak akan pernah bisa berhasil. Prestasi itu lahir dari kompetisi yang sering,” jelasnya.

Faisal pun mengapresiasi penyelenggaraan Kejurprov ORADO Kaltim yang dinilai menjadi salah satu upaya membangun ekosistem kompetisi olahraga di daerah.

Menurutnya, meskipun terlihat sederhana, permainan domino sebenarnya membutuhkan kemampuan strategi, konsentrasi, serta ketelitian dalam membaca situasi permainan.

“Domino bukan sekadar permainan. Ini olahraga pikir yang membutuhkan strategi, kemampuan membaca peluang, dan kesabaran dalam mengambil keputusan,” katanya.

Ia juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dispora akan terus mendukung perkembangan cabang olahraga baru, termasuk domino, agar dapat berkembang lebih luas dan melahirkan atlet-atlet potensial.

Faisal berharap cabang olahraga domino ke depan dapat terus berkembang hingga diakui secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sehingga domini diharapkan memiliki peluang untuk dipertandingkan dalam ajang olahraga nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Harapan kita tentu domino bisa berkembang dan suatu saat ikut berkontribusi menyumbang prestasi bagi Kalimantan Timur di ajang nasional,” pungkasnya.

Related posts

Konflik HGU Bendungan Marangkayu Mulai Terurai, Pemprov Pastikan Kompensasi Warga Segera Diproses

Emmy Haryanti

Pemprov Kaltim Siapkan Insentif hingga Rp30 Juta untuk Dokter Spesialis di Daerah

Emmy Haryanti

Kaltim Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Kadinkes Ingatkan Bahaya Penyakit Mulut dan Kuku

Emmy Haryanti