infosatu.co
DPRD BONTANG

Penerapan Jam Malam Tidak Berpengaruh ke PAD Bontang

Nursalam Anggota Komisi II DPRD kota Bontang saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2020). (Foto: Lydia)

Bontang, infosatu.co – Wacana Pemkot Bontang memberlakuan kembali jam malam diprediksi akan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Taman.

Pasalnya, penerapan jam malam ini akan berdampak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti kafe-kafe ataupun tempat nongkrong anak muda Kota Bontang.

Menanggapi penerapan jam malam terhadap UMKM, infosatu.co menemui Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam di Ruang Kerjanya Lantai 2 Kantor DPRD Bontang untuk meminta pendapat Politikus Golkar ini.

Menurutnya, pemberlakuan jam malam itu tidak akan berpengaruh besar terhadap PAD.

“Tidak ada pengaruhnya, karena itu bukan dari bagian PAD. Artinya, ramai tidak ramai ya PAD tetap segitu,” jelasnya pada Selasa (20/10/2020).

Selanjutnya, PAD itu didapat dari perizinan. Bisa dikatakan bahwa PAD itu berasal dari pajak yang juga tidak signifikan.

“Bahkan kita ketahui bahwa ada juga kafe yang tidak menyumbang PAD,” katanya.

Ditanya apakah semua kafe atau rumah makan yang tidak memiliki izin usaha, ia mengatakan bahwa ada juga yang tidak berizin.

“Bahkan yang berizin pun ada, kan tidak masuk dalam kategori makan-minum restoran,” jelasnya.

Itulah yang menjadi dasar Nursalam menegaskan bahwa penerapan jam malam di Kota Bontang tidak berpengaruh pada PAD.

“Kafe yang terdaftar itu tidak masuk ke objek penarikan. Jadi jam malam itu tidak berpengaruh pada PAD,” paparnya.

Ia kembali mengimbau kafe-kafe ataupun rumah makan di Kota Bontang harus tegas pada pengunjung yang tidak memakai masker.

“Jangan layani jika tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Walaupun persoalan selanjutnya yaitu jika tidak dilayani, pengunjung akan beralih ke tempat lain.

“Memang ini jadi dilema, karena jika tidak dilayani maka barang yang dijual tidak laku,” ujarnya.

Tapi itulah kondisi yang dialami saat ini. Disatu sisi, ekonomi tidak boleh berhenti. Namun disisi lain semua harus saling berkerja sama untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Itu bukan perkara mudah, namun jika kita semua sadar maka apa pun itu bisa dilakukan. Semoga Covid-19 cepat berakhir dan ekonomi kembali seperti sediakala,” tutupnya. (editor: irfan)

Related posts

Mediasi Sengketa Lahan Tanjung Laut Bontang, DPRD Siapkan RDP Lanjutan

Rizki

Sengketa Lahan Tanjung Laut Bontang, Warga yang Sudah 30 Tahun Tinggal Terancam Tergusur

Rizki

DPRD Bontang Temukan Warga Belum Terdata BLT di Loktuan, Andi Faiz: Kita Akan Verifikasi

Rizki