
Samarinda, infosatu.co- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Sayid Muziburachman menyebutkan total bantuan keuangan yang diterima Kota Samarinda sempat mencapai angka yang cukup besar sebelum adanya kebijakan efisiensi fiskal yang diterapkan Pemerintah Pusat.
“Ada sekitar Rp700 miliar. Itu lumayan besar,” kata Sayid saat ditemui usai kegiatan reses di Jalan Adam Malik Gang Raya Permai, Sungai Kunjang, Samarinda, Senin malam, 27 Oktober 2025.
Menurutnya, bantuan keuangan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur di ibu kota provinsi tersebut.
Ia berharap, ke depan Samarinda tetap mendapatkan porsi anggaran yang memadai dari pemerintah provinsi, terutama untuk menekan persoalan banjir yang masih menjadi masalah klasik di wilayah yang dijuluki Kota Tepian itu.
“Mudah-mudahan anggaran yang ada dapat mengurangi semua permasalahan di Samarinda, khususnya banjir. Selain itu infrastruktur,” tuturnya.
Sayid menilai persoalan banjir di Samarinda bukan lagi sekadar gangguan musiman, melainkan telah menjadi ancaman serius yang membutuhkan langkah penanganan terpadu dan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi Kaltim yang berupaya mencari solusi konkret, termasuk melakukan pengerukan sungai dan normalisasi daerah aliran sungai.
“Sudah ada wacana dari Gubernur untuk melakukan pengerukan Sungai Karang Mumus dan daerah aliran sungai Mahakam. Semoga segera direalisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara geografis kondisi dataran Kota Samarinda memang berada hampir sejajar dengan permukaan air Sungai Mahakam.
Situasi tersebut memperburuk risiko banjir, terlebih ketika curah hujan meningkat, meski dalam durasi singkat.
“Hujan selama 10 menit sampai 15 menit saja sudah banjir, saya sangat prihatin sekali,” imbuhnya.
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi untuk menuntaskan persoalan banjir.
Ia berharap kebijakan fiskal efisiensi tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan di Samarinda, terutama pada sektor infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Selain penanganan banjir, Sayid juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas infrastruktur jalan, drainase, dan fasilitas publik di Samarinda.
Menurutnya, pembangunan yang merata dan berkesinambungan akan memperkuat daya dukung kota dalam menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang kian pesat.
Dengan dukungan politik dan kebijakan anggaran yang selaras antara pemerintah provinsi dan kota, Sayid optimistis upaya mengatasi banjir dan memperkuat infrastruktur Samarinda dapat berjalan lebih cepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.
