infosatu.co
Samarinda

Pengangguran Samarinda Turun Jadi 5,31 Persen, Jumlah Penduduk Bekerja Justru Berkurang

Teks: Beberapa masyarakat tengah mencari pekerjaan lewat Mahakam Job Fair 2026 yang digelar bulan Juli lalu di Mal Samarinda Square. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Samarinda mengalami penurunan pada 2025. Namun, penurunan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan perbaikan penyerapan tenaga kerja karena jumlah penduduk yang bekerja justru berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data publikasi BPS Kota Samarinda terkait Indikator Ekonomi Kota Samarinda 2025 di sektor ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja di Samarinda pada 2025 tercatat sebanyak 405.175 orang.

Angka ini turun 4.658 orang dibandingkan 2024 yang mencapai 409.833 orang.

Sementara itu, jumlah pengangguran terbuka turun dari 24.988 orang pada 2024 menjadi 22.710 orang pada 2025. Persentasenya juga menyusut dari 5,75 persen menjadi 5,31 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda Supriyanto menjelaskan penurunan angka pengangguran perlu dilihat bersama indikator ketenagakerjaan lainnya. Sebab, berkurangnya persentase pengangguran tidak serta-merta menunjukkan semakin banyak penduduk yang terserap dalam pekerjaan.

“Penurunan angka pengangguran ini perlu dilihat secara menyeluruh. Sebab, pada saat yang sama jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami penurunan, begitu pula tingkat partisipasi angkatan kerja. Jadi, tidak bisa langsung diartikan bahwa kesempatan kerja semakin luas hanya karena persentase pengangguran menurun,” jelas Supriyanto, Selasa, 3 November 2026.

Kondisi tersebut terlihat dari jumlah angkatan kerja Samarinda yang ikut menyusut. Pada 2024, jumlahnya mencapai 434.821 orang, kemudian turun menjadi 427.885 orang pada 2025 atau berkurang sebanyak 6.936 orang.

Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Samarinda turun dari 65,50 persen menjadi 63,55 persen. Indikator ini menunjukkan perbandingan jumlah angkatan kerja dengan penduduk usia kerja.

Penurunan TPAK berarti proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi, baik bekerja maupun mencari pekerjaan, semakin kecil.

Sebagian penduduk yang tidak lagi masuk dalam angkatan kerja dapat berasal dari kelompok yang bersekolah, mengurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya.

Selain jumlah angkatan kerja, struktur lapangan usaha juga memperlihatkan sektor yang paling banyak menyerap pekerja di Samarinda masih didominasi jasa.

Pada 2025, sektor jasa menampung 299.145 pekerja atau 73,84 persen dari seluruh penduduk yang bekerja. Jumlah tersebut sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 300.751 orang.

Sektor industri berada di posisi berikutnya dengan 87.917 pekerja atau 21,70 persen. Angka ini turun cukup besar dibandingkan 2024 yang mencapai 94.202 orang.

Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, perburuan, dan perikanan mengalami peningkatan jumlah pekerja dari 14.880 orang pada 2024 menjadi 18.113 orang pada 2025. Meski bertambah, porsinya masih menjadi yang terkecil, yakni 4,47 persen.

Supriyanto menjelaskan, dominasi sektor jasa memperlihatkan struktur penyerapan tenaga kerja Samarinda masih bertumpu pada bidang tersebut.

Sementara itu, penurunan jumlah pekerja di sektor industri menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan pasar kerja daerah.

“Kita juga perlu melihat sektor mana yang mampu menyerap tenaga kerja. Di Samarinda, sektor jasa masih mendominasi dengan porsi sekitar 73 persen. Sementara sektor industri mengalami penurunan jumlah pekerja. Ini menjadi gambaran bahwa struktur penyerapan tenaga kerja di Samarinda masih sangat bertumpu pada sektor jasa,” tutupnya.

Related posts

Populasi HPR Samarinda Capai 2.700 Ekor, Banyak Hewan Belum Terdata

R'sya Rahmadina

Pengembang Grand City Siapkan Buyback 6-8 Rumah Warga di Blok M Keledang Mas

Rizki

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Kaltim Alami Hujan Rendah pada 1-10 November

Rizki