Samarinda, Infosatu.co – Produksi padi di Kota Samarinda mengalami peningkatan sepanjang 2025. Di tengah keterbatasan lahan pertanian, produksi komoditas tersebut tercatat mencapai 11.469 ton atau meningkat 23,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 9.280,84 ton.
Peningkatan produksi itu berbanding terbalik dengan kondisi sejumlah komoditas hortikultura. Produksi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan di Samarinda justru mengalami penurunan, bahkan beberapa komoditas tidak mencatatkan hasil produksi.
Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan yang berbeda antarsubsektor pertanian di Kota Tepian. Peningkatan produksi padi dan perikanan belum diikuti perbaikan produksi secara merata pada komoditas hortikultura maupun perkebunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Supriyanto, mengatakan produksi padi pada 2025 mencapai 11.469 ton dengan luas panen sekitar 2.769 hektare.
“Kalau untuk produksi pertanian tanaman pangan, khususnya padi, pada 2025 dibandingkan 2024 mengalami peningkatan sebesar 23,58 persen. Dari sebelumnya 9.280,84 ton menjadi 11.469 ton,” ujarnya, Selasa, 3 November 2026.
Berbeda dengan padi, produksi sayuran di Samarinda sebagian besar mengalami penurunan. Produksi cabai keriting turun dari 1.050,68 kuintal pada 2024 menjadi 434,06 kuintal pada 2025. Cabai rawit juga turun dari 1.299 menjadi 634,87 kuintal.
Penurunan cukup besar turut terjadi pada produksi tomat, dari 2.630,10 kuintal menjadi 849,45 kuintal. Sementara produksi bayam turun dari 2.218,15 menjadi 2.171,03 kuintal.
Hanya cabai besar yang mencatatkan peningkatan produksi, yakni dari 354,67 kuintal menjadi 402,90 kuintal. Adapun bawang merah dan jamur tidak mencatatkan produksi.
Penurunan juga terjadi pada hampir seluruh komoditas buah-buahan. Produksi pepaya yang sebelumnya mencapai 111.325,09 kuintal pada 2024 turun menjadi 38.730,21 kuintal pada 2025. Meski demikian, pepaya masih menjadi komoditas buah dengan produksi terbesar di Samarinda.
Di tengah penurunan tersebut, produksi nanas justru mengalami peningkatan dari 651,11 kuintal menjadi 1.045,14 kuintal.
Sementara itu, sektor perikanan menunjukkan perkembangan berbeda. Produksi perikanan Samarinda pada 2025 mencapai 15.566,4 ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15.242 ton.
Dari total tersebut, produksi perikanan laut mendominasi dengan 12.256,3 ton, sedangkan perikanan umum menyumbang 3.310,10 ton.
Pada subsektor perkebunan, kelapa sawit masih menjadi komoditas utama di Samarinda. Luas tanamnya mencapai 1.216,45 hektare dengan produksi sebesar 13.966,91 ton pada 2025. Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan produksi 2023 yang mencapai 15.101,84 ton.
Secara umum, sektor industri, perdagangan, dan jasa masih menjadi penopang utama perekonomian Samarinda. Subsektor perkebunan belum menjadi sektor andalan dalam struktur ekonomi kota.
Di sisi lain, kebutuhan sayuran dan buah-buahan masyarakat Samarinda selama ini masih dipenuhi dari produksi petani lokal maupun pasokan daerah lain. Ketergantungan tersebut membuat ketersediaan komoditas turut dipengaruhi kelancaran distribusi dari daerah pemasok.
“Memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kita tidak hanya mengandalkan hasil pertanian dari Samarinda. Ada juga pasokan dari daerah lain. Jadi, ketersediaan komoditas ini juga berkaitan dengan bagaimana pasokan dari luar daerah bisa tetap berjalan,” tutup Supriyanto.
