Samarinda, Infosatu.co – Kerusakan fasilitas publik di kawasan Teras Samarinda tahap II menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot). Sejumlah keramik teras dilaporkan amblas, sementara penyebab kerusakan dan langkah perbaikannya masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.
Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan penelusuran penyebab kerusakan perlu dilakukan secara cermat sebelum pemerintah menentukan langkah penanganan. Karena itu, PUPR diminta berkoordinasi dengan konsultan perencana dan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan kawasan tersebut.
“Saya menunggu PUPR, mereka koordinasi dengan konsultan perencananya, konsultan kontraktornya,” ungkapnya, selasa, 27 Oktober 2026.
Menurut Marnabas, pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan keramik amblas sekaligus menentukan metode perbaikan yang sesuai. Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil kajian dari pihak yang berkompeten diperoleh.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan tidak sekadar memperbaiki bagian yang terlihat rusak, tetapi juga mempertimbangkan kemungkinan persoalan teknis yang mendasarinya.
Dengan demikian, perbaikan nantinya diharapkan dapat dilakukan secara tepat dan mengurangi risiko kerusakan serupa terulang.
Selain itu, Marnabas menegaskan, persoalan tersebut berada dalam ranah teknis yang harus ditangani oleh instansi terkait bersama pihak-pihak yang memahami perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan lanjutan.
“Jadi kita tunggu hasil kajian mereka apa, mengapa, tindakannya bagaimana,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Wali Kota Samarinda, Andi Harun, telah memberikan arahan kepada PUPR agar segera berkoordinasi dengan kontraktor untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Arahan itu menjadi langkah awal untuk mempercepat pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi teknis.
“Yang jelas Pak Wali tadi diperintahkan ke PUPR untuk segera koordinasi dengan kontraktor selesaikan itu,” pungkasnya.
Kerusakan di kawasan Teras Samarinda menjadi perhatian karena fasilitas tersebut merupakan bagian dari ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan menikmati kawasan tepi sungai.
Kondisi fasilitas yang aman dan layak menjadi hal penting agar pengunjung dapat menggunakan kawasan tersebut dengan nyaman.
Karena itu, penanganan keramik yang amblas diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemulihan tampilan kawasan, tetapi juga memastikan keamanan dan kualitas konstruksi. Pemeriksaan perlu menjadi dasar untuk menentukan apakah perbaikan cukup dilakukan pada bagian yang rusak atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, penyebab pasti amblasnya keramik maupun bentuk perbaikan yang akan dilakukan belum dipastikan. Pemkot Samarinda masih menunggu hasil kajian PUPR dan koordinasi dengan konsultan serta kontraktor sebelum menentukan langkah berikutnya.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan segera memberikan kejelasan mengenai penyebab kerusakan sekaligus menjadi dasar perbaikan agar fasilitas publik di Teras Samarinda tahap II dapat kembali berfungsi dengan baik dan aman bagi masyarakat. (ADV)
