infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Lahan Tak Memadai, Pemkot Samarinda Putar Otak Lanjutkan Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih

Teks: Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Samarinda, Jusmaramdhana Alus. (Foto: Dok/Pemkot Samarinda)

Samarinda, Infosatu.co – Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam melanjutkan pembangunan Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Meski 21 lokasi telah berhasil dibangun melalui pendanaan Agrinas, pengembangan gerai berikutnya masih terkendala ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Samarinda, Jusmaramdhana Alus, mengatakan pemerintah kota masih berupaya mencari lokasi alternatif untuk mendukung kelanjutan pembangunan tersebut.

Menurutnya, ketersediaan lahan yang memadai menjadi faktor penentu agar pembangunan gerai dapat direalisasikan sesuai kebutuhan operasional koperasi.

“Kalau kendala utama kenapa tidak bisa terbangun memang kita tidak punya lahan,” ungkap Jusmaramdhana kepada awak media, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Pemkot Samarinda sebelumnya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mengidentifikasi aset yang berpotensi digunakan sebagai lokasi pembangunan. Namun, lahan yang sempat direkomendasikan ternyata belum memenuhi kebutuhan karena luasnya dinilai tidak mencukupi.

“Kita punya lahan yang sempat direkomendasikan melalui koordinasi kami dengan BPKAD Samarinda, tapi saat kami usulkan, ternyata lahan itu tidak bisa dimanfaatkan berkaitan dengan luasan yang tidak maksimal,” jelasnya.

Jusmaramdhana menyebutkan, pembangunan satu gerai Kopdes Merah Putih idealnya membutuhkan lahan sekitar 600 meter persegi.

Luasan tersebut diperlukan tidak hanya untuk bangunan utama, tetapi juga fasilitas penunjang, seperti area bongkar muat barang (loading), ruang manuver kendaraan, serta kebutuhan operasional lainnya.

“Kalau ingin maju, memang minimal luasnya harus sangat luas daripada yang ada,” ujarnya.

Pemkot Samarinda kini terus berupaya mengidentifikasi aset dan lokasi alternatif, terutama di kawasan kelurahan yang berpotensi mendukung pengembangan koperasi.

Pemerintah berharap ketersediaan lahan yang sesuai dapat segera ditemukan agar pembangunan gerai dapat berlanjut, sekaligus memperkuat kegiatan usaha koperasi dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. (ADV)

Related posts

BKPSDM Samarinda Dorong Pengembangan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Kinerja

Musriva

Peringatan Hari Santri 2026, Saefuddin Zuhri Tekankan Peran Santri Bangun Bangsa

Musriva

Drainase Tersumbat Jadi Perhatian, PUPR Samarinda Gencarkan Pembersihan

Musriva