infosatu.co
KALTIM

Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai Dirintis, HiPPI Kaltim Perkuat Kolaborasi Pengusaha

Teks: DPD HIPPI Kaltim Montik Dewi Rahayu bersama perwakilan Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai saat penandatanganan nota kesepahaman pembentukan Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai di Samarinda. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Pengusaha lokal di Kalimantan Timur (Kaltim) didorong memperluas jejaring usaha melalui kolaborasi lintas etnis dan kelembagaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui inisiasi Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai, wadah yang dirancang untuk mempertemukan saudagar, pengusaha, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HiPPI) Kaltim bersama Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai menggagas pembentukan wadah tersebut untuk menghidupkan kembali semangat persaudaraan saudagar Tanah Kutai sekaligus membangun jaringan bisnis yang lebih luas.

Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai dirancang sebagai ruang pertemuan pelaku usaha dari berbagai suku dan latar belakang. Melalui wadah ini, para saudagar diharapkan dapat membangun kemitraan, bertukar informasi, serta membuka peluang bisnis yang berdampak pada penguatan ekonomi daerah.

Ketua DPD HiPPI Kaltim Montik Dewi Rahayu mengatakan organisasi pengusaha perlu menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh anggotanya. Menurut dia, kekuatan organisasi tidak cukup diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari kontribusinya dalam mengembangkan usaha.

“Organisasi yang hebat bukan hanya yang memiliki banyak anggota, tetapi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tegas Montik usai penandatanganan nota kesepahaman di Samarinda, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia menilai, kolaborasi antarpengusaha menjadi salah satu kebutuhan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Melalui jaringan yang lebih kuat, pengusaha diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap pasar, permodalan, teknologi, dan peluang kemitraan industri.

Kerja sama dengan Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai juga membawa dimensi sejarah dan kebudayaan. Nilai persaudaraan, musyawarah, kejujuran, amanah, serta kemandirian diharapkan menjadi landasan dalam membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai merupakan perkumpulan berbadan hukum yang menjadi wadah silaturahmi, komunikasi, koordinasi, serta pelestarian adat dan kebudayaan kerabat Kesultanan Kutai.

Melalui kolaborasi tersebut, Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai diharapkan berkembang melampaui forum silaturahmi. Wadah ini ditujukan menjadi sarana mempertemukan potensi ekonomi masyarakat dengan jaringan usaha yang dapat membuka kesempatan kemitraan baru.

“HiPPI Kaltim bersama Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai ingin menjadikan kekuatan sejarah dan budaya sebagai fondasi untuk membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Kami berharap wadah ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Montik.

Selain merintis Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai, HIPPI Kaltim memperluas kemitraan ekonomi melalui kerja sama dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Penandatanganan nota kesepahaman dengan kedua organisasi kemasyarakatan Islam itu dilaksanakan dalam agenda terpisah pada hari yang sama.

Montik mengatakan, kerja sama tersebut memiliki ruang lingkup tersendiri, terutama dalam pengembangan ekonomi, perdagangan, dan jaringan bisnis.

HIPPI Kaltim melihat jaringan kedua organisasi itu berpotensi menjadi penghubung bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran dan membangun kemitraan.

“Pada hari yang sama, HIPPI Kaltim juga menjalin kerja sama ekonomi dan bisnis dengan Muhammadiyah serta Nahdlatul Ulama melalui MoU yang terpisah. Kami melihat kedua organisasi ini memiliki potensi jaringan ekonomi yang besar. Harapannya, kolaborasi tersebut dapat memperkuat pelaku UMKM, membuka akses pasar, dan menghadirkan peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi pengusaha lokal,” ujarnya.

Kemitraan lintas organisasi itu membuka ruang bagi pengembangan program, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku UMKM, perluasan pemasaran produk, pertukaran informasi usaha, hingga pembangunan kemitraan antarpengusaha.

Upaya memperluas jaringan ekonomi tersebut juga berlangsung di tengah perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pertumbuhan aktivitas investasi dan pasar di kawasan tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah, sekaligus menuntut peningkatan daya saing agar mereka dapat mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang berkembang.

Karena itu, HIPPI Kaltim berupaya mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam berbagai peluang bisnis yang muncul. Penguatan jaringan usaha dan kemitraan diharapkan membantu pelaku UMKM mengembangkan skala bisnis serta menjangkau pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari agenda Montik sejak dipercaya memimpin HIPPI Kaltim untuk periode 2025–2030.

“HIPPI Kaltim akan berperan aktif dalam mendorong ekspor produk lokal dan membantu pelaku UMKM naik kelas,” ujar Montik.

Penguatan jaringan bisnis juga diiringi pemanfaatan teknologi digital.

Dalam Rakerda HIPPI Kaltim Samarinda, organisasi tersebut memperkenalkan Hi-Maya, platform perdagangan digital karya putra daerah yang diharapkan dapat memperluas pemasaran produk unggulan Kaltim.

Platform tersebut diarahkan untuk membantu pemasaran beragam produk, termasuk hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan produk berbasis teknologi.

Pemanfaatan perdagangan digital dinilai dapat membuka akses konsumen yang lebih luas bagi UMKM, sehingga pemasaran tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

Perintisan Pasakutuan Saudagar Tanah Kutai menjadi salah satu langkah membangun kolaborasi ekonomi dengan memanfaatkan nilai persaudaraan dan jaringan sosial masyarakat.

Related posts

BMKG Prediksi Musim Hujan Kaltim Mundur hingga Pertengahan November 2026

Rizki

BMKG Catat Curah Hujan Kaltim Terendah pada Agustus akibat El Nino

Rizki

RTRW Kaltim Ungkap Tumpang Tindih Izin dan Tata Ruang Masih Jadi Persoalan

Rizki