infosatu.co
EKONOMI

Pasar Buah Samarinda Ditarget Aktif 2027, Pedagang di Badan Jalan Jadi Prioritas

Teks: Bangunan Pasar Buah Samarinda masih dalam tahap penyelesaian, (area depan yang masih dipagari seng). Pemkot Samarinda menyiapkan pasar tersebut sebagai lokasi penataan pedagang buah, terutama pedagang yang selama ini berjualan hingga menggunakan badan jalan, dengan target mulai difungsikan pada 2027. (Foto: Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Pasar buah yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Jalan Merdeka belum dapat difungsikan dalam waktu dekat karena sejumlah pekerjaan fisik masih belum tuntas. Penyelesaian fasilitas tersebut kini diarahkan masuk dalam rencana pembangunan 2027.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan pihaknya telah menyampaikan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan fasilitas pasar tersebut kepada Wali Kota Samarinda.

Nilai kekurangan anggaran untuk menuntaskan pekerjaan diperkirakan lebih dari Rp3 miliar.

“Secara fisik belum selesai. Kami mencoba menekan lagi supaya kalau diaktifkan bisa tuntas. Makanya kami utarakan berapa nilai kekurangannya kepada Pak Wali, sekitar Rp3 miliar lebih,” kata Nurrahmani.

Menurutnya, penyelesaian melalui perubahan anggaran sebenarnya masih memungkinkan dari sisi waktu dan ketersediaan anggaran. Namun, waktu pelaksanaan dinilai terlalu sempit untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

“Di perubahan memungkinkan, uangnya bisa saja, tapi waktunya tidak mungkin selesai. Lebih aman di 2027,” ungkapnya.

Lanjutnya, fasilitas pasar tersebut nantinya memiliki sekitar 69 lapak. Sejumlah bagian yang masih perlu dituntaskan antara lain lantai, meja, instalasi listrik dan fasilitas pendukung lainnya.

Di sisi lain, Disdag mulai menyiapkan pendataan calon pedagang yang akan menempati pasar tersebut. Pendataan dilakukan bersama Satpol PP dan diarahkan untuk memprioritaskan pedagang buah yang selama ini berjualan hingga menggunakan badan jalan.

“Kita harapkan yang menjual melampaui badan jalan itu yang kita utamakan,” jelasnya.

Setelah kelompok pedagang tersebut terakomodasi, Disdag akan melihat kemungkinan memasukkan pedagang buah lain yang selama ini berjualan di Pasar Pagi maupun lokasi lainnya.

Pihaknya belum dapat memastikan tingkat keramaian pasar sebelum fasilitas tersebut benar-benar dioperasikan. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan permukiman dinilai memiliki peluang untuk menjadi pusat aktivitas perdagangan.

“Tidak bisa menyatakan ramai atau tidak sebelum dimasukkan dulu. Tunggu dulu. Karena posisinya berdekatan dengan pasar pemukiman, bisa jadi ramai,” katanya.

Selain fungsi perdagangan, Disdag juga menyiapkan konsep pengelolaan limbah buah sebagai bagian dari inovasi di kawasan tersebut. Salah satunya dengan mengolah kulit buah menjadi eco enzyme yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan maupun pupuk.

“Kalau saya berorientasi secara dinas, ingin ada pembuatan eco enzyme dari kulit buah dibuat di situ. Bisa disumbangkan ke DLH, untuk pupuk, dan lainnya sehingga tidak menambah sampah baru,” tuturnya.

Sementara itu, konsep drive thru tetap dipertahankan dalam desain kawasan pasar. Karena itu, area tersebut tidak akan sepenuhnya ditutup dengan pagar di bagian luar.

“Drive thru tetap. Makanya tidak ada pagar di luar,” pungkasnya.

Related posts

Soal Imbauan Pakai Hotel BUMD, Rudy Mas’ud Tegaskan Hanya untuk Internal Pemprov

Rizki

Rancangan Perubahan KUA – PPAS 2026, PAD Kaltim Turun Rp1,85 Triliun, Dana Transfer Naik Rp1,19 Triliun

R'sya Rahmadina

Mitra Bulog Jadi Jalur Pemkot Samarinda Kendalikan Harga Beras dan Minyakita

Emmy Haryanti