infosatu.co
EKONOMI

Mitra Bulog Jadi Jalur Pemkot Samarinda Kendalikan Harga Beras dan Minyakita

Teks: Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani . (Foto: Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat jaringan distribusi pangan melalui kemitraan dengan Perum Bulog untuk menjaga harga beras dan Minyakita tetap sesuai ketentuan di tingkat pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan dengan menempatkan pedagang pasar sebagai mitra Bulog yang dapat menyalurkan komoditas pangan bersubsidi, khususnya beras SPHP dan Minyakita.

Pola ini dinilai memudahkan pemerintah melakukan pengawasan terhadap harga jual kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan keberadaan mitra Bulog menjadi salah satu instrumen untuk menjaga komoditas yang mendapat dukungan pemerintah tidak dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Makanya kalau kegiatan pasar murah atau ada di pasar-pasar, kita cari agen mitranya dia, itu boleh. Nah, seperti itu. Cuma kan ada aturannya bahwa enggak boleh lebih dari HET,” ujar Nurrahmani belum lama ini.

Menurutnya, mekanisme kemitraan juga mulai diterapkan di sejumlah pasar tradisional. Salah satunya di Pasar Merdeka, dengan pedagang sembako yang turut menyediakan Minyakita dan beras SPHP.

“Kayak di Pasar Merdeka ada. Makanya kalau dia sembako ada disisip-sisipkan dia jualan Minyakita, dia jualan SPHP,” katanya.

Lanjutnya, jalur distribusi melalui mitra dibutuhkan agar harga komoditas dapat lebih mudah dikendalikan. Sebab, pedagang yang berada di luar jaringan kemitraan dinilai memiliki ruang lebih besar untuk menjual komoditas tersebut di atas HET.

“Kenapa harus mitra? Supaya dikendalikan harganya. Jadi kan harganya harus sesuai dengan HET. Kalau di luar mitra kan bisa jualan lebih dari itu,” jelasnya.

Selain memperkuat distribusi melalui pasar tradisional, Disdag Samarinda juga berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan. Berdasarkan komunikasi tersebut, pasokan kebutuhan pokok disebut masih mencukupi untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

“Kalau Bulog insyaallah itu kan komunikasi dengan kita, selalu menyampaikan untuk tiga bulan ke depan aman,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda tetap menjalankan intervensi langsung melalui operasi pasar murah untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, terutama di tengah kondisi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hingga pelaksanaan di 20 titik, pemerintah telah menyalurkan sekitar 30 ton beras, 800 dus minyak goreng dan 2.000 tabung LPG. Distribusi tersebut diawali dari wilayah yang terdampak kekeringan dan karhutla sebelum diperluas ke kecamatan lainnya.

Nurrahmani menyebut layanan operasi pasar juga dibagi secara merata dengan dua titik di setiap kecamatan.

“Enggak, semua rata. Satu kecamatan dua titik,” pungkasnya.

Related posts

Rancangan Perubahan KUA – PPAS 2026, PAD Kaltim Turun Rp1,85 Triliun, Dana Transfer Naik Rp1,19 Triliun

R'sya Rahmadina

Stok Aman hingga Akhir Tahun, 65 Persen Kebutuhan Beras Kaltim Masih Dipasok Daerah Luar

R'sya Rahmadina

PHRI Resah soal Prioritas Hotel BUMD, Ini Penjelasan Dispar Kaltim

Rizki