infosatu.co
PEMERINTAH

Water Bombing Masih Tersisa 75 Jam, Karhutla Samarinda Jadi Sasaran

Teks: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso saat diwawancarai di Sekretariat DPRD Samarinda. (Foto: Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda masih mengandalkan operasi water bombing. Dari total 100 jam yang disiapkan, hingga tiga hari lalu baru sekitar 25 jam yang digunakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan kondisi tersebut membuat operasi water bombing masih memiliki waktu sekitar 75 jam untuk dimanfaatkan dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

“Dari 100 jam yang disiapkan untuk water bombing, baru sekitar 25 jam yang terpakai. Kita masih punya 75 jam,” kata Suwarso.

Menurutnya, penggunaan water bombing terus diarahkan ke lokasi yang mengalami kebakaran dan sulit dijangkau melalui penanganan darat. Salah satunya di kawasan Bantuas yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan melalui operasi udara.

Selain Bantuas, water bombing juga telah dilakukan di kawasan sekitar Bandara APT Pranoto. BPBD kini kembali mengusulkan penanganan melalui water bombing di kawasan Gang Muklis Kelurahan Mugirejo.

Permintaan tersebut dilakukan karena lokasi kebakaran di Gang Muklis cukup jauh dari sumber air sehingga penanganan melalui jalur darat menghadapi kendala.

Tambahnya, pemanfaatan water bombing tetap disesuaikan dengan kondisi cuaca dan hasil evaluasi di lapangan. Operasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau petugas dan sumber air.

Sementara itu, BPBD Samarinda masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik karhutla. Dalam satu hari terdapat sekitar enam hingga tujuh lokasi yang kembali terpantau mengalami kebakaran lahan.

“Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari untuk memastikan penanganan karhutla, kekeringan, serta dampak keterbatasan sumber air tetap dapat dilakukan,” pungkasnya.

Related posts

Benanga Turun 5 Cm Per Hari, BWS Siapkan Cadangan Air 65 Hari

R'sya Rahmadina

Cari Sumber Air Baru, BPBD Samarinda Kejar Tambahan Debit Waduk Benanga

Emmy Haryanti

Proyek Sodetan Loa Janan Di-Cooling Down 1-2 Pekan

R'sya Rahmadina