Samarinda, Infosatu.co – Wisata bahari di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya bertumpu pada aktivitas menyelam dan menikmati panorama pesisir. Saat ini, aktivitas memancing mulai terlihat sebagai salah satu alasan wisatawan datang ke Kaltim, bahkan menarik pengunjung dari luar daerah.
Temuan itu terlihat dari analisis tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Berau. Aktivitas memancing tercatat sebagai alasan nomor dua wisatawan datang ke daerah tersebut, menunjukkan adanya ceruk wisata yang selama ini belum banyak digarap secara khusus.
Kondisi tersebut turut membuka peluang pengembangan wisata bahari di daerah lain. Dengan bentang pesisir dari Paser hingga Kutai Timur, Kaltim memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai aktivitas wisata berbasis laut, termasuk memancing.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menyebut pihaknya baru mengetahui cukup banyak wisatawan yang datang ke Kaltim memang khusus untuk memancing. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan berkomunikasi bersama komunitas atau asosiasi pemancing.
“Ini sesuatu yang baru. Saya telepon asosiasi memancing, saya ketemu dengan mereka, ternyata memang ada wisatawan yang datang ke Kaltim hanya untuk memancing,” ungkap Faisal, Kamis, 24 September 2026.
Ia mencontohkan seorang wisatawan yang datang dari Balikpapan hanya untuk memancing. Wisatawan tersebut bahkan menghabiskan waktu selama empat hari di laut.
Menurut Faisal, potensi tersebut perlu mulai dipetakan dan dikembangkan sebagai bagian dari produk wisata bahari Kaltim.
Selama ini, perhatian terhadap wisata bahari lebih banyak diarahkan pada aktivitas seperti diving, padahal karakter pesisir Kaltim memungkinkan pengembangan aktivitas lain.
“Selain diving, kita akan fokus di pesisir Kaltim. Kita punya pesisir dari Paser sampai Kutim, 3.000-an kilometer lebih, lebih panjang daripada pesisir satu Pulau Jawa,” ujarnya.
Potensi wisata memancing juga mulai terlihat dari penyelenggaraan sejumlah kompetisi di Berau. Dalam tiga hingga empat kegiatan, jumlah peserta disebut mencapai lebih dari 50 hingga 60 kapal.
Pesertanya tidak hanya berasal dari Kaltim. Kompetisi tersebut juga diikuti pemancing dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi hingga Jawa. Kondisi itu menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas memancing memiliki pasar wisata yang melampaui wilayah lokal.
Faisal mengatakan, pengembangan wisata bahari tetap perlu memperhitungkan faktor musim dan kondisi cuaca. Jumlah kunjungan wisatawan berbasis aktivitas laut dapat mengalami penurunan pada periode tertentu, sebelum kembali meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
“Memang mungkin satu-dua bulan ini turun karena cuaca, tetapi nanti bulan-bulan berikutnya naik lagi. Ini yang sedang kita kembangkan sebagai salah satu potensi wisata di Kaltim,” katanya.
