Samarinda, Infosatu.co – Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menyoroti pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang dinilainya masih lebih banyak memberikan keuntungan kepada pihak swasta dibandingkan negara.
Gunhar mempertanyakan sejauh mana kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat langsung bagi negara dan masyarakat, terutama melalui penerimaan pajak, royalti, dividen, maupun penciptaan lapangan kerja.
“Miris lihatnya. Ternyata swasta lebih banyak yang menarik keuntungan dari sumber daya alam kita,” ujar Gunhar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Gunhar, kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan SDA belum sepenuhnya mencerminkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dalam ketentuan tersebut, kekayaan alam yang berada di Indonesia dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia juga menilai semangat pembentukan Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, belum sepenuhnya terlihat dalam pelaksanaan di lapangan.
Gunhar mengatakan MIND ID sejak awal dibentuk bukan sekadar untuk mengeksploitasi mineral, tetapi mendorong pengolahan SDA menjadi industri yang menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.
“Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong evaluasi terhadap masing-masing entitas industri pertambangan untuk melihat kontribusi yang diberikan kepada negara. Menurutnya, transparansi juga diperlukan agar manfaat ekonomi dari pengelolaan SDA dapat diketahui secara jelas.
“Tujuan untuk kemakmuran rakyat itu seperti yang diamanatkan Pasal 33 itu sepenuhnya belum terlaksana,” tegasnya.
Gunhar menambahkan Komisi XII DPR RI akan terus mendukung MIND ID sebagai mitra strategis negara dalam menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Seluruh kekayaan alam ini kita berdayakan untuk kemakmuran. Swasta yang sekian-sekian persen ini Pak udahlah, pangkas dulu. Apa kontribusinya? Bayar pajak, PNBP? Lah kita negara, kita punya modal,” pungkasnya.
