infosatu.co
PENDIDIKAN

Cegah Dampak Kabut Asap, PWI Kaltim dan ITS Bagikan Masker untuk Pelajar SDN 007 Samarinda

Teks: Ketua PWI Kalimantan Timur saat membagikan masker ke siswa SDN 007 Samarinda Ulu. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Info Taruna Samarinda (ITS) membagikan masker kepada pelajar sebagai langkah preventif menghadapi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Samarinda.

Sebanyak 586 siswa dan 48 guru SDN 007 Samarinda Ulu menerima masker dalam kegiatan tersebut, Senin, 7 September 2026.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengatakan kondisi udara di Samarinda menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak, tetap berjalan di tengah paparan asap.

“Beberapa hari terakhir kualitas udara di Kaltim, khususnya Samarinda, masuk kategori tidak sehat. Ini tentu menjadi perhatian karena dampaknya bisa dirasakan masyarakat, terutama anak-anak,” kata Abdurrahman.

Menurutnya, pembagian masker menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membantu mengurangi paparan asap saat masyarakat beraktivitas.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya PWI Kaltim dalam merespons kondisi lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat.

Ketua ITS Joko Siswanto atau yang kerap dipanggil Jokis mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PWI Kaltim menyiapkan sekitar 1.000 masker untuk dibagikan kepada pelajar. Masker yang tersedia terdiri atas masker untuk penggunaan sehari-hari dan jenis masker yang disesuaikan bagi siswa perempuan yang mengenakan hijab.

“Hari ini kita bekerja sama dengan teman-teman dari PWI Kaltim untuk membagikan kurang lebih seribu masker. Ada masker yang dipakai untuk sehari-hari dan ada masker yang dipakai untuk siswa yang berhijab,” kata Jokis.

Jokis mengatakan pembagian masker dilakukan karena kabut asap masih terjadi di Samarinda. Ia menyebut kebakaran lahan masih berlangsung di sejumlah titik, khususnya di wilayah Sambutan dan Samarinda Utara.

“Tujuan kita adalah kondisi di Kota Samarinda saat ini kabut asap masih terjadi karena beberapa titik, khususnya di Sambutan dan Samarinda Utara, masih terjadi kebakaran lahan,” ujarnya.

Di SDN 007 Samarinda Ulu, masker diberikan kepada 586 siswa dan 48 guru. Jokis berharap masker tersebut digunakan ketika warga sekolah beraktivitas, terutama saat berada di luar ruangan.

“Harapan kami bahwa masker ini bisa digunakan sehari-hari. Kecuali mungkin saat di rumah dan itu mungkin bisa dilepas, tetapi kalau saat beraktivitas bisa digunakan,” katanya.

Kepala SDN 007 Samarinda Ulu Sri Mulyati turut menyampaikan jika pihak sekolah sebelumnya telah mengimbau siswa, guru, dan orang tua untuk menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara.

“Kami sudah membuat imbauan seminggu yang lalu, menyampaikan di grup-grup dan berkomunikasi dengan orang tua bahwa kami mengimbau anak-anak, guru-guru, dan semuanya menggunakan masker,” kata Sri.

Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi lingkungan yang dipengaruhi asap dan debu dinilai perlu diantisipasi, khususnya untuk menjaga aktivitas siswa tetap berjalan.

Sri menyambut baik pembagian masker tersebut karena sejalan dengan langkah yang telah dilakukan sekolah.

“Alhamdulillah hari ini program kami mendapat implementasi langsung. Tentunya itu disambut bahagia sama anak-anak karena langsung menerima masker dan digunakan. Itu tentu sangat bermanfaat untuk anak-anak kami,” ujarnya.

Selain SDN 007 Samarinda Ulu, pembagian masker ditargetkan menyasar empat sekolah di wilayah Samarinda Ulu. Dengan rata-rata sekitar 600 siswa di setiap sekolah, jumlah penerima diperkirakan mencapai sekitar 2.400 pelajar.

“Hari ini kita ada empat sekolah, mudah-mudahan bisa terbagi semua. Kalau di masing-masing rata-rata 600 siswa, maka kurang lebih 2.400 masker yang kita bagi,” pungkas Jokis.

Related posts

SDN 007 Samarinda Ulu Konsisten Terbitkan Buku, 42 Karya dalam Empat Tahun

Rizki

Kaltim Buka Pendidikan Jarak Jauh untuk Anak Putus Sekolah dan Pelajar di Wilayah 3T

Rizki

Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Gratispol Pendidikan Jangkau 105 Ribu Mahasiswa

Rizki