Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuka akses pendidikan jarak jauh (PJJ) bagi anak putus sekolah, pelajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Program tersebut diselenggarakan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) dengan melibatkan tiga SMA negeri sebagai sekolah mitra, yakni SMAN 11 Samarinda, SMAN 1 Tenggarong, dan SMAN 1 Sangatta Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin mengatakan PJJ disiapkan sebagai kesempatan bagi generasi muda yang pendidikannya sempat terhenti untuk kembali belajar tanpa harus mengikuti pola sekolah reguler secara penuh.
“Program PJJ ini hadir sebagai solusi bagi generasi muda yang sempat tertunda pendidikannya agar dapat kembali belajar, berkembang, dan menggapai cita-cita secara fleksibel,” kata Armin saat dikonfirmasi belum lama ini.
Menurutnya, peserta PJJ tetap memperoleh kualitas pendidikan serta pengakuan ijazah yang setara dengan lulusan sekolah umum.
Sistem pembelajaran juga dirancang lebih fleksibel karena materi dapat diakses dari berbagai tempat dan menyesuaikan dengan aktivitas peserta didik.
“Melalui program ini para peserta didik akan mendapatkan kualitas pendidikan dan pengakuan ijazah yang sepenuhnya setara dengan sekolah umum,” ujarnya.
Selain anak putus sekolah dan pelajar di wilayah 3T, program tersebut menyasar anak-anak yang harus bekerja, anak PMI, serta remaja dengan kondisi tertentu yang membuat mereka tidak memungkinkan mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah reguler.
Armin menjelaskan, calon peserta didik yang ingin mengikuti program ini harus berusia 16 hingga 18 tahun, memiliki ijazah SMP atau sederajat, serta tidak sedang bersekolah.
Peserta juga harus telah putus sekolah sekurang-kurangnya satu tahun. Status tersebut dibuktikan dengan kondisi pasif pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pendaftaran SPMB PJJ dibuka pada 1 hingga 31 Agustus 2026 melalui sekolah-sekolah mitra yang telah ditunjuk.
Armin berharap program tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi muda yang sebelumnya terkendala mengikuti pendidikan reguler sehingga tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah.
“Harapannya kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para generasi muda di Kalimantan Timur agar impian mereka tidak terhenti dan mampu mewujudkan masa depan yang lebih cerah,” tutup Armin.
