infosatu.co
KALTIM

Bukan Karang Paci, Aliansi Rakyat Kaltim Pilih Simpang Gajah Mada sebagai Titik Aksi

Teks: Suasana demo di Simpang Gajah Mada yang sempat menimbulkan perdebatan antara aparat dan mahasiswa hingga akhirnya jalan diblok dan aliansi dipersilakan menyuarakan tuntutan (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Aliansi Rakyat Kaltim sengaja memilih Simpang Gajah Mada sebagai lokasi aksi unjuk rasa pada Kamis, 3 September 2026. Cara ini sebagai bagian dari upaya mengubah pola gerakan yang selama ini lebih banyak berpusat di kawasan DPRD Kaltim atau Karang Paci.

Humas Aksi Aliansi Rakyat Kaltim, Salman Al Farizy mengatakan Simpang Gajah Mada dipilih karena dinilai sebagai salah satu titik vital dan strategis di Samarinda.

Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut juga terinspirasi dari pola aksi yang dilakukan kelompok mahasiswa di Jakarta dengan memilih ruang publik yang memiliki posisi strategis.

“Kami coba membawa pergerakan-pergerakan yang arah baru ke sana,” ujarnya saat melangsungkan aksi.

Ia menyebut aksi yang berulang kali dilakukan di Karang Paci tidak lagi memberikan suasana yang diharapkan. Karena itu, Aliansi Rakyat Kaltim mencoba menghadirkan pola berbeda dengan membawa aksi ke titik yang lebih ramai dan strategis.

“Kami coba membawa suasana harapan yang baru bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Selain menentukan lokasi baru, Aliansi Rakyat Kaltim juga mengundang sejumlah pihak untuk hadir dalam aksi dan menanggapi langsung persoalan yang mereka suarakan. Pihak yang diundang antara lain Gubernur Kaltim, DPRD Kaltim, Pertamina Patra Niaga, PLN Region Kalimantan, Korem, serta kepolisian.

Undangan tersebut disesuaikan dengan isu yang dibawa massa. Pertamina dan PLN, misalnya, diharapkan merespons persoalan kelangkaan BBM dan listrik di Kaltim. Sementara DPRD dan Pemprov Kaltim diundang untuk menanggapi persoalan kebijakan daerah, termasuk tuntutan terkait hak angket.

Namun, Salman mengaku hingga aksi berlangsung belum ada pihak dari tujuh undangan yang memberikan konfirmasi untuk hadir menemui massa.

“Untuk yang sampai saat ini belum ada yang mengonfirmasi,” tuturnya.

Meski demikian, Salman menegaskan aksi tetap akan berlangsung sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Ia menambahkan, kehadiran atau ketidakhadiran pihak yang diundang tidak akan menghentikan penyampaian aspirasi Aliansi Rakyat Kaltim.

“Mau mereka ke sini atau tidak, kami tetap akan menyuarakan amarah, kemuakan, dan sebagainya,” pungkasnya.

Related posts

Bawa 15 Tuntutan, Aliansi Rakyat Kaltim Kritik Program Prabowo – Gibran, MBG dan KDMP

R'sya Rahmadina

Kafilah Korpri Kaltim Tembus Lima Besar MTQ Nasional 2026

R'sya Rahmadina

Sempat Jadi Cadangan, Beatrice Buktikan Diri hingga Dipercaya Bawa Baki Paskibraka Kaltim

Emmy Haryanti