infosatu.co
PEMERINTAH

11 Kasus Karhutla Terjadi dalam Sehari, Total Kejadian di Samarinda Tembus 72 Kasus

Teks: Personel BPBD Kota Samarinda tengah memadamkan kebakaran hutan dan lahan. (Dok: BPBD Samarinda)

Samarinda, Infosatu.co – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda bertambah 11 kejadian hanya dalam sehari. Dari sebelumnya 61 kejadian per 19 Agustus 2026, jumlahnya meningkat menjadi 72 kejadian pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Lonjakan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Samarinda di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan aktivitas manusia menjadi penyebab dominan dalam kejadian karhutla yang tercatat hingga saat ini.

“Hampir 99 persen itu terjadi karena kelalaian manusia,” ujar Marnabas di Balai Kota Samarinda, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, aktivitas tersebut dapat berupa pembukaan lahan dengan cara dibakar maupun tindakan yang tidak disengaja. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga dinilai berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi lahan yang kering.

Peningkatan 11 kejadian dalam sehari membuat upaya pencegahan menjadi perhatian pemerintah.

Marnabas mengatakan camat dan lurah akan dilibatkan untuk memperkuat penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Saya berharap masyarakat tolonglah, jaga, jangan sampai buang puntung rokok sembarangan atau sengaja membakar lahan,” pesannya.

Pemerintah juga mulai meminta aparat penegak hukum melihat kemungkinan tindakan terhadap pihak yang tetap melakukan pembakaran setelah diberikan peringatan.

Namun, pendekatan yang dilakukan saat ini masih mengutamakan pembinaan dan persuasif.

“Sekarang kita masih dalam bentuk pembinaan. Dikasih tahu, diimbau, jangan melakukan ini,” ucapnya.

Selain memperkuat pencegahan, BPBD juga diminta memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat antisipasi apabila kembali ditemukan titik api.

Dengan penambahan 11 kejadian dalam satu hari, Marnabas kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan selama kondisi kemarau.

“Jangan membakar di lahan, dalam kondisi begini ayo kita jaga sama-sama,” serunya.

Related posts

Hadapi Fenomena El Nino, Pemkot Samarinda Siapkan Usulan Anggaran Sekitar Rp900 Juta

Rizki

54.636 KK di Samarinda Bakal Terima Bantuan 30 Kg Beras untuk 3 Bulan

Rizki

Kekeringan Meluas di Samarinda, Lebih dari 80 Hektare Lahan Terdampak dan Hortikultura Mulai Terancam

Rizki