infosatu.co
EKONOMI

Jaga Akses Pangan di Tengah Kekeringan, Samarinda Gelar Gerakan Pangan Murah

Teks: Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Samarinda. Harga telur, misalnya, turun dari sekitar Rp71 ribu menjadi Rp58 ribu per piring.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada Rabu-Kamis 19-20 Agustus 2026 tersebut digelar di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) Samarinda.

Selain telur, masyarakat dapat membeli beras, minyak goreng, ayam, bawang dan berbagai jenis sayuran.

Sekretaris Dinas Ketapang Tani Samarinda Dwi Rahmi Adiaty mengatakan GPM digelar untuk memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam hal kebutuhan pangan,” ujar Dwi, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain telur yang dijual Rp58 ribu per piring, beras SPHP ditawarkan Rp60 ribu, Minyak Kita Rp31 ribu untuk kemasan dua liter, ayam Rp36 ribu dan bawang Rp24 ribu.

Untuk telur lokal, harga yang ditawarkan mulai Rp48 ribu untuk ukuran kecil. Sementara ukuran besar dijual Rp55 ribu hingga Rp58 ribu, sedangkan telur omega dibanderol Rp65 ribu.

Dwi menyebut komoditas yang disediakan dalam GPM merupakan bahan pangan yang umum dibutuhkan masyarakat sehari-hari.

“Kalau GPM biasanya kita bahan pokok, seperti beras, minyak, gula, ayam dan sayuran-sayuran,” katanya.

GPM serupa sebelumnya telah digelar di Kelurahan Lempake pada 5-6 Agustus dan Kelurahan Selili pada 13 Agustus. Pelaksanaan di tingkat kelurahan dilakukan berdasarkan permintaan serta hasil verifikasi dari wilayah yang bersangkutan.

Menjelang penutupan kegiatan, sejumlah komoditas kembali ditawarkan dengan harga lebih murah. Berbagai jenis sayuran dijual Rp1.000 per ikat, sedangkan tempe ditawarkan Rp7.000 per kotak.

“GPM ini kita harapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terlebih ditengah keterbatasan suplai karena kemarau,” pungkas Dwi.

Related posts

Izin Tambang Bisa 400 Hari, Pelaku Usaha Kaltim Masih Beraktivitas Tanpa Legalitas

Rizki

Kaltim Cari Sumber PAD di Luar Pajak dan Retribusi, Aset hingga BLUD Dibidik

Rizki

Penjualan Bendera di Samarinda Lesu, Warga Pilih Gunakan Atribut Lama

Rizki