Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan Teras Samarinda Tahap II karena proyek tersebut belum rampung dan belum memiliki pengelola resmi. Aktivitas warga di area yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor dinilai berisiko terhadap keselamatan sekaligus berpotensi menimbulkan persoalan jika terjadi kerusakan fasilitas.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan penertiban agar masyarakat tidak lagi beraktivitas di kawasan tersebut sebelum resmi dibuka.
“Yang menjadi perhatian utama adalah aspek keamanan. Kalau sampai terjadi sesuatu, belum ada pengelola yang bertanggung jawab di lokasi itu,” ujarnya.
Menurut Marnabas, status proyek yang masih dalam tahap penyelesaian membuat seluruh aset dan fasilitas di kawasan tersebut masih berada di bawah tanggung jawab kontraktor. Karena itu, kerusakan yang terjadi sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dapat menghambat proses penyelesaian proyek.
Ia menegaskan masyarakat perlu memahami bahwa kawasan tersebut belum dapat difungsikan sebagai ruang publik meskipun secara fisik sudah tampak hampir rampung.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda sedang menyusun skema pengelolaan Teras Samarinda Tahap II, khususnya untuk Segmen II, III, dan IV. Masa pemeliharaan ketiga segmen tersebut diperkirakan berakhir pada Agustus 2026 sehingga ditargetkan mulai beroperasi pada September mendatang.
Pemerintah masih menunggu keputusan Wali Kota Samarinda terkait penetapan pengelola kawasan. Perumda Varia Niaga yang saat ini mengelola Teras Samarinda Tahap I masih menjadi salah satu kandidat, meski peluang melibatkan pengelola lain juga terbuka mengingat cakupan kawasan yang lebih luas.
Sementara itu, Segmen I dipastikan belum akan dibuka dalam waktu dekat. Pengerjaan sejumlah fasilitas utama masih berlangsung, mulai dari penyelesaian jalur pedestrian sisi darat, instalasi elektrikal, hingga pemasangan lantai wood plastic composite (WPC) yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Pemkot menegaskan kawasan yang menjorok ke Sungai Mahakam tersebut baru akan dibuka setelah seluruh pekerjaan konstruksi dinyatakan selesai dan memenuhi aspek keamanan bagi pengunjung.
