Samarinda, Infosatu.co – Keterbatasan anggaran tidak menghentikan upaya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda dalam memperluas layanan kepada masyarakat.
Sebagai alternatif, DPPKB meluncurkan inovasi Sapa Keluarga Berkualitas sekaligus memperkuat edukasi kepada generasi muda sebagai persiapan menghadapi bonus demografi.
Kepala DPPKB Kota Samarinda Deasy Evriyani mengatakan pembangunan keluarga berkualitas tidak lagi hanya berfokus pada layanan keluarga berencana, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja, hingga lanjut usia.
Menurutnya, keterbatasan anggaran mendorong DPPKB mencari cara baru agar masyarakat tetap dapat mengakses informasi dan layanan terkait pembangunan keluarga.
“Kami sudah merilis inovasi terbaru yaitu Sapa Keluarga Berkualitas. Ini menjadi terobosan agar masyarakat tetap bisa memperoleh informasi meskipun ada efisiensi anggaran,” katanya Senin, 13 Juli 2026.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai berbagai persoalan, mulai dari stunting, kesehatan reproduksi, konseling remaja, persiapan pernikahan, hingga layanan keluarga berencana.
Ia berharap kehadiran platform tersebut dapat memperluas jangkauan edukasi, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan secara langsung.
Selain mengembangkan layanan digital, DPPKB juga memperkuat peran Forum Generasi Berencana (Genre) sebagai ujung tombak edukasi bagi kalangan remaja. Para Duta Genre diharapkan menjadi teladan sekaligus penggerak di lingkungan sebayanya.
“Kami ingin mereka menjadi role model sekaligus motor penggerak bagi teman-temannya untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga,” jelasnya.
Edukasi tersebut difokuskan pada tiga isu utama kesehatan reproduksi remaja, yakni mencegah seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perkawinan usia anak.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini agar generasi muda siap menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, DPPKB juga akan memperkuat layanan keluarga berencana melalui pendekatan jemput bola, khususnya di kawasan pinggiran dan delapan lokus stunting yang telah ditetapkan pemerintah. Program tersebut akan melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami ingin masyarakat, terutama di kawasan yang sulit dijangkau, tetap mendapatkan edukasi dan layanan secara komprehensif. Karena membangun keluarga berkualitas harus dilakukan sejak dini dan melibatkan banyak pihak,” pungkasnya.
