infosatu.co
PENDIDIKAN

Jelang Masuk Sekolah, Legislator Bontang Minta Penyaluran Seragam Gratis Tak Molor

Teks: Ilustrasi seragam gratis. (Foto by AI)

Bontang, Infosatu.co – DPRD Kota Bontang mengingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar memastikan penyaluran program seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru tidak mengalami keterlambatan. Seragam diharapkan sudah diterima siswa sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang Muhammad Yusuf mengatakan program seragam gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban masyarakat menjelang tahun ajaran baru.

Menurutnya, manfaat program tersebut akan lebih optimal apabila proses produksi dan distribusi berjalan sesuai jadwal.

“Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, pemerintah tetap memprioritaskan kepentingan pendidikan. Ini patut kita apresiasi karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Meski demikian, Yusuf mengingatkan Disdikbud agar memastikan proses produksi dan distribusi seragam berjalan sesuai kesepakatan dengan para penjahit sehingga siswa tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Kami berharap seragam gratis ini bisa disalurkan tepat waktu sesuai kesepakatan dengan para penjahit. Jangan sampai siswa harus menunggu terlalu lama karena proses pengerjaan atau distribusi yang terlambat,” tegasnya.

Program seragam gratis tahun ajaran 2026/2027 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 600 penjahit lokal dilibatkan dalam proses produksi seragam untuk siswa SD dan SMP.

Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan proses produksi telah berjalan seiring pelaksanaan pengukuran seragam di sejumlah sekolah.

“Prosesnya sudah berjalan. Pengukuran sudah dilakukan dan penjahitan juga sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Selain seragam sekolah, pemerintah juga tengah menyiapkan pengadaan tas dan sepatu bagi siswa penerima manfaat.

Disdikbud menargetkan seluruh proses produksi dapat selesai sesuai jadwal sehingga perlengkapan sekolah bisa segera disalurkan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

“Harapannya semua bisa selesai tepat waktu sehingga dapat segera disalurkan kepada siswa,” katanya.

Meski menghadapi kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, Disdikbud memastikan kualitas seragam tetap menjadi perhatian utama.

“Walaupun ada kenaikan harga bahan, kualitas tetap menjadi perhatian utama,” jelas Safa.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar pada 2026 untuk pengadaan seragam beserta perlengkapan sekolah lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan program bantuan pendidikan tetap menjadi prioritas dan tidak terdampak penyesuaian anggaran daerah.

“Bantuan pendidikan tetap kami jalankan. Seragam, sepatu, tas, buku gratis sampai subsidi UKT tetap diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut Neni, penyesuaian anggaran hanya difokuskan pada sejumlah proyek fisik, sedangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Beberapa pembangunan mungkin ditunda, tetapi untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Related posts

Keterbatasan Daya Tampung SMP Negeri Picu Persoalan SPMB Jalur Domisili

Emmy Haryanti

Evaluasi SPMB 2026, Aduan Orang Tua Soal Siswa Belum Tertampung Jadi Sorotan

Emmy Haryanti

TRC PPA Laporkan Dugaan Kejanggalan SPMB ke DPRD, Soroti Perubahan Titik Koordinat Jalur Domisili

Emmy Haryanti