infosatu.co
PEMERINTAH

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Ketapangtani Samarinda Genjot Brigade Pangan Berteknologi Modern

Teks: Kepala Dinas Ketapangtani Samarinda Muhammad Darham. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) Samarinda mengoptimalkan program brigade pangan yang mengandalkan mekanisasi dan teknologi pertanian modern.

Kepala Dinas Ketapangtani Samarinda Muhammad Darham menjelaskan saat ini terdapat dua brigade pangan yang telah dibentuk sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi pertanian sekaligus upaya mencetak regenerasi petani.

Brigade pertama beroperasi di Kecamatan Samarinda Utara dengan luas lahan sekitar 210 hektare. Sementara brigade kedua berada di kawasan Makroman yang mengelola sekitar 230 hektare lahan pertanian.

Darham mengatakan seluruh sarana dan prasarana brigade pangan mendapat dukungan dari pemerintah pusat, mulai dari alat hingga teknologi pertanian yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja para petani.

“Semua peralatan mereka dibantu dari pemerintah pusat. Sudah menggunakan teknologi dan peralatan yang lengkap,” ungkapnya.

Ia menilai modernisasi alat pertanian menjadi salah satu cara efektif mengubah pandangan generasi muda yang selama ini menganggap profesi petani identik dengan pekerjaan berat dan pendapatan yang kurang menjanjikan.

Melalui brigade pangan, pemerintah berharap muncul bukti nyata bahwa sektor pertanian dapat memberikan penghasilan yang layak sekaligus menawarkan pola kerja yang lebih efisien berkat dukungan teknologi.

Sebagai contoh, Darham menyebut petani muda di Penajam Paser Utara (PPU) mampu memperoleh pendapatan bersih hingga Rp16 juta dalam satu musim tanam karena memanfaatkan mekanisasi pertanian secara optimal.

“Harapan kita nanti anak-anak muda tertarik karena melihat hasilnya. Dengan alat yang modern pekerjaan juga jauh lebih ringan,” katanya.

Selain memperkuat brigade pangan, Ketapang Samarinda juga terus mendorong pengembangan pertanian perkotaan melalui budidaya hidroponik. Program tersebut dibuka untuk kolaborasi dengan DPRD melalui pemanfaatan dana aspirasi guna membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha hidroponik di lingkungan rumah.

Menurut Darham, hidroponik tidak hanya berpotensi menambah pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

“Ke depan pemerintah juga berencana mengembangkan bantuan ayam petelur sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pangan,” tutupnya.

Related posts

Pangkas Perjalanan Dinas dan Snack Rapat, Wali Kota Samarinda Langsung Beri Contoh

Ratu

APBD 2027 Diprediksi Ketat, Wali Kota Samarinda Dorong Konsep “APBD Cerdas”

Ratu

Andi Harun Soroti Hoaks dan ‘Gorengan’ Politik di Media Sosial

Ratu