infosatu.co
KESEHATAN

Vaksinasi Rabies di Samarinda Belum Capai Target, DKPP Fokus Cegah Penularan dari Hewan Pembawa Virus

Teks: Ilustrasi (ist)

Samarinda, infosatu.co – Upaya penanganan rabies di Kota Samarinda masih menghadapi tantangan. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi vaksinasi rabies baru mencapai sekitar 600 dosis dari target 2.000 dosis yang ditetapkan rampung sebelum Juli mendatang.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda fokus penanganan saat ini diarahkan pada hewan pembawa rabies seperti anjing, kucing, musang, hingga monyet guna menekan risiko penularan di masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Samarinda Maskuri mengatakan, capaian vaksinasi tahun ini mengalami perlambatan karena sebagian tenaga kesehatan hewan masih diprioritaskan untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi menjelang Iduladha.

“Tahun lalu kita berhasil menyelesaikan 7.000 dosis. Kalau saat ini sementara dokter hewan dan paramedik laki-laki fokus ke sapi untuk PMK, sementara dokter dan paramedik perempuan menangani vaksin rabies untuk kucing dan anjing,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan tenaga di lapangan membuat pelaksanaan vaksinasi rabies belum berjalan maksimal seperti tahun sebelumnya. Meski demikian, vaksinasi tetap dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah Samarinda.

DKPP Samarinda memprioritaskan vaksinasi terhadap hewan liar maupun hewan rescue yang berada di bawah penanganan komunitas pecinta hewan dan shelter. Langkah itu dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran rabies dari hewan pembawa virus kepada manusia maupun hewan lain.

Selain mengandalkan petugas pemerintah, pelaksanaan vaksinasi juga melibatkan klinik hewan, pet shop, serta Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) agar cakupan vaksinasi dapat diperluas.

Maskuri menjelaskan, pemerintah menyediakan vaksin rabies secara gratis kepada masyarakat. Namun, biaya pelayanan di klinik swasta tetap menjadi kebijakan masing-masing tempat layanan.

“Kalau di klinik swasta, vaksinnya dari kami gratis. Cuma jasa mereka kami tidak ikut campur,” katanya.

DKPP Samarinda berharap percepatan vaksinasi dapat segera dilakukan dalam beberapa pekan ke depan agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai sekaligus menekan risiko penyebaran rabies di Kota Samarinda menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

Related posts

Mencegah Selalu Lebih Baik Dari Pada Mengobati

Firda

Ini Langkah Untuk Mengakses PKG Hari Ulang Tahun

Rizki

Kurniati Sebut Jaga Kesehatan Paling Utama

Dewi