infosatu.co
Samarinda

Akselerasi Penurunan Stunting, Wawali Samarinda Tekankan Sinergitas OPD dan Revitalisasi Posyandu

Teks: Foto bersama dalam rapat koordinasi percepatan aksi Bangda dan gerakan intervensi stunting serentak di gedung PKK Samarinda (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Kota Samarinda terus memacu upaya kolektif dalam menekan prevalensi stunting di Kota Tepian, Kalimantan Timur (Kaltim).

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting terletak pada koordinasi yang solid antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta peningkatan kesadaran masyarakat di tingkat akar rumput.

Ia memberikan apresiasi atas tren penurunan angka stunting di Samarinda yang terus menunjukkan grafik positif dari tahun ke tahun.

Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintah lengah. Sebaliknya, koordinasi lintas sektor harus diperkuat untuk mencapai target penurunan yang lebih signifikan dan cepat.

“Kami terus mengoordinasikan seluruh OPD dan pemangku kepentingan terkait agar program ini dapat berjalan lebih akseleratif dan tepat sasaran,” ujar Saefuddin usai rapat koordinasi percepatan aksi Bangda dan gerakan intervensi stunting serentak, Rabu, 29 April 2026 di gedung PKK.

Meski secara umum menunjukkan progres, Saefuddin menaruh perhatian serius terhadap data partisipasi kunjungan ke Posyandu di beberapa kecamatan yang masih rendah, bahkan di bawah 50 persen.

Ia menekankan bahwa angka partisipasi tersebut sangat krusial karena berkaitan langsung dengan akurasi data tumbuh kembang anak.

Menurutnya, diperlukan strategi komunikasi yang lebih persuasif dari pihak kelurahan dan Puskesmas untuk menggerakkan warga.

Revitalisasi peran Posyandu bukan sekadar pembenahan fasilitas, melainkan tentang membangun kesadaran orang tua untuk rutin memantau kesehatan anak-anaknya.

“Kami menginstruksikan pihak kelurahan dan Puskesmas untuk lebih aktif memberikan edukasi serta motivasi kepada masyarakat,” katanya.

“Jangan sampai faktor seperti rasa malas atau kurangnya informasi menghambat monitoring kesehatan balita kita,” pungkasnya.

Related posts

Samarinda Menuju Satu Data: Andi Harun Resmikan Program Desa Cantik Demi Kebijakan yang Presisi

Firda

Strategi DP2KB Samarinda Tekan Stunting: Dari Intervensi Serentak hingga Gerakan Orang Tua

Firda

BPS Samarinda Mulai Sensus Ekonomi Mei 2026, Sasar Seluruh Sektor Usaha

Firda