infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Produk UMKM Bontang Diperkenalkan ke Buyer Malaysia Lewat Forum Business Matching

Teks: Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, saat diwawancarai terkait partisipasi UMKM Bontang dalam forum business matching dengan buyer Malaysia. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Sejumlah produk unggulan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), diperkenalkan kepada calon pembeli dari Malaysia.

Upaya ini dilakukan melalui kegiatan business matching yang digelar di Samarinda beberapa waktu lalu. Sebanyak 10 pelaku UMKM dari Bontang turut ambil bagian dalam forum tersebut.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim sebagai bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha lokal dengan mitra dagang potensial dari luar negeri.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi, menjelaskan business matching menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama bisnis secara langsung.

Menurutnya, dalam forum tersebut para pelaku usaha dapat mempresentasikan produk yang mereka miliki di hadapan calon pembeli, sekaligus berdiskusi terkait peluang perdagangan yang mungkin terjalin.

“Melalui kegiatan ini, pelaku usaha bisa bertemu langsung dengan buyer atau mitra bisnis yang memiliki potensi kerja sama,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu, 25 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM membawa beragam produk khas daerah.

Di antaranya teh gaharu herbal, jahe merah, amplang, berbagai jenis keripik, abon tuna, hingga olahan kuliner seperti gammi bawis dan rendang sapi.

Selain sesi perkenalan produk, agenda business matching juga mencakup pertemuan bisnis secara langsung atau Business to Business (B2B).

Dalam tahap ini, pelaku usaha dan calon pembeli dapat melakukan diskusi lebih mendalam mengenai spesifikasi produk, kapasitas produksi, hingga kemungkinan kerja sama.

Jika terdapat kesesuaian antara kedua pihak, proses tersebut dapat berlanjut pada tahap komitmen awal seperti Letter of Intent (LoI), penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga kontrak dagang.

Eko menilai kegiatan semacam ini penting untuk membuka akses pasar baru bagi UMKM daerah. Selain memperluas peluang ekspor, pelaku usaha juga dapat memperoleh masukan langsung dari calon pembeli mengenai standar dan kebutuhan pasar internasional.

“Harapannya pelaku UMKM Bontang bisa semakin berkembang, meningkatkan kualitas produk, dan memiliki kesempatan lebih luas untuk menembus pasar luar negeri,” pungkasnya. Adv

Related posts

Capaian Sertifikasi Halal untuk UMKM Bontang Tembus 60 Persen Produk

Rizki

Pemkot Bontang Putuskan Tidak Lanjutkan Program Kartu Bontang Pintar

Rizki

Pemkot Bontang Perkuat Layanan Digital Kependudukan Lewat Aplikasi Pondok Pasilan

Rizki