infosatu.co
INTERNASIONAL

China Mulai Studi Kelayakan Konstelasi Komputasi Cerdas Berbasis Luar Angkasa

Teks: Sejumlah orang mengunjungi pameran prestasi inovasi dalam Konferensi Komputasi Dunia (World Computing Conference) 2025 di Changsha (Xinhua/Ding Chunyu)

Beijing, infosatu.co –– China meluncurkan studi kelayakan komprehensif dan evaluasi praproyek untuk konstelasi komputasi cerdas berbasis luar angkasa.Hal ini disampaikan seorang pejabat tinggi dari Administrasi Negara untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional China.

Yu Guobin, Deputi Direktur Departemen Luar Angkasa, mengungkapkan dalam Konferensi Industri Komputasi Antariksa (Space Computing Industry Conference) 2026 yang digelar di Beijing pada Jumat, 3 Aprl 2026.

“Penyelenggaraan rapat perdana proyek tersebut serta sesi panel para pakar. Pekerjaan ini sedang dilaksanakan secara tertata,”demikian dilaporkan Science and Technology Daily.

Komputasi berbasis luar angkasa merujuk pada penerapan kapasitas komputasional di luar angkasa, yang memungkinkan cakupan global tanpa hambatan melalui jaringan satelit. Dibandingkan dengan pusat data terestrial, keunggulan terbesarnya terletak pada kemampuan respons waktu nyata (real-time) dan cakupan global.

Yu menggarisbawahi kebutuhan strategis terkait pengembangan komputasi berbasis luar angkasa. Dia menyebut hal itu merupakan cara kunci untuk mengatasi berbagai hambatan dalam komputasi di darat dan memastikan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

“Pusat data tradisional dibatasi oleh konsumsi energi yang tinggi, keterbatasan lahan, biaya pendinginan yang mahal, serta cakupan yang terbatas, sehingga sulit memenuhi kebutuhan masa depan akan daya komputasi berskala ultrabesar, ramah lingkungan, dan memiliki cakupan global,”ujar Yu.

Sementara itu, komputasi berbasis luar angkasa menawarkan alternatif nol karbon (zero-carbon), berkelanjutan, dan dapat diakses secara luas.

Selain itu, dalam model tradisional, satelit mengumpulkan data dalam jumlah masif dari luar angkasa, tetapi memiliki daya komputasi internal (onboard) yang sangat terbatas. Semua data mentah harus dikirim kembali ke stasiun di bumi untuk diproses dan dianalisis.

Model ini mengalami keterbatasan bandwidth yang parah, dengan tingkat pemanfaatan data yang diproses secara waktu nyata di bawah 10 persen. “Komputasi berbasis luar angkasa memungkinkan pemrosesan cerdas di orbit, memangkas latensi transmisi data hingga hitungan detik,”papar Yu.

Xie Lina, Deputi Direktur Departemen Pusat Data, Institut Penelitian Komputasi Awan dan Mahadata, yang berada di bawah naungan Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China, menjelaskan bahwa satelit komputasi dapat membentuk koneksi komunikasi laser untuk mencapai cakupan global tanpa hambatan dan memproses data langsung di orbit.

Hal ini mengurangi latensi data untuk beberapa skenario, seperti peringatan dini bencana dan pemantauan sumber daya, dari hitungan jam menjadi hitungan detik, sebuah capaian yang tidak dapat diraih oleh komputasi berbasis darat.

“Komputasi berbasis luar angkasa juga sangat mendesak untuk membangun jaringan komputasi global yang populer dan melayani strategi nasional,”ungkap Yu.

Penerapan-seperti tanggap darurat, observasi kelautan, dan ekspedisi kutub membutuhkan cakupan global yang tanpa hambatan, latensi rendah, dan layanan yang sangat andal, dan itu merupakan sejumlah keunggulan yang dapat diberikan oleh komputasi berbasis luar angkasa.

Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, negara itu sedang menggenjot pengembangan ekosistem industri komputasi luar angkasa.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China akan mendukung penelitian komputasi luar angkasa yang berwawasan ke depan, secara bertahap membangun sistem standar yang mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan, dan keamanan, serta mendorong penelitian dan pengembangan teknologi dan produk, seperti cip tahan radiasi untuk luar angkasa dan komunikasi laser antarsatelit.

Related posts

Mesin Pertanian Pintar China Buka Peluang Besar di Pasar ASEAN

Emmy Haryanti

Dampak Konflik Timur Tengah, Penjualan Mobil BYD Meningkat Pesat

Emmy Haryanti

Indonesia Berduka, Jenazah Ketiga Prajurit dalam Pemulangan dari Lebanon

Emmy Haryanti

You cannot copy content of this page