infosatu.co
Samarinda

Leni Betah Jadi Ojek Online Bisa Gaji Tiga Juta

Teks: Leni Ojek Online (foto_ilustrasi AI)

Samarinda, infosatu.co – Pagi belum sepenuhnya terang saat Leni Anggraini (32) sudah memutar kunci motornya di kawasan Pinang Seribu, Samarinda Utara. Jarum jam baru menunjuk pukul 06.30 Wita.

Di boncengan belakang, anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD bersiap diantar ke sekolah di Jalan AM Sangaji. Pagi cerah bukan sekadar rutinitas bagi Leni. Itu adalah titik awal perjuangan, sebagai ibu dan tulang punggung keluarga.

“Sekalian antar anak, bisa langsung lanjut kerja,” ujarnya pelan.

Sejak mengenal aplikasi ojek online, hidup Leni berubah. Dulu, ia hanya bisa mengandalkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Kerjanya mencuci, menyetrika, dari satu rumah ke rumah lain. Upahnya tetap, Rp1 juta per bulan. Tidak lebih, meski tenaga terkuras. Dia juga tak bisa bebas mengantar dan menjemput anak. Dari pinggiran ke tengah kota.

Sekarang, jalanan sudah menjadi ruang kerjanya. Helm dan jaket jadi seragam harian. Leni memilih menjadi pengemudi ojek online, pekerjaan yang menurutnya jauh lebih manusiawi.

“Lebih enak kerja ngojek ketimbang kerja rumahan. Lebih luwes waktunya,” ucap Leni dengan senyum riang,”Sabtu,4 maret 2026.

Kemudahan itulah yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Setelah mengantar anaknya pulang sekolah siang hari, Leni bisa berhenti sejenak. Beristirahat. Menjadi ibu sepenuhnya di rumah, sebelum kembali memutuskan apakah harus turun lagi ke jalan.

“Habis antar anak pulang siang, saya bisa istirahat. Kalau dirasa cukup, saya gak narik lagi,” tuturnya.

Namun di balik fleksibilitas itu, ada realita keras yang harus dihadapi. Panas terik, hujan tiba-tiba, hingga persaingan sesama pengemudi menjadi bagian dari keseharian. Tapi bagi Leni, itu masih lebih baik dibanding terkurung dalam rutinitas kerja disiplin.

Setidaknya kini, penghasilannya lebih menjanjikan. Dalam sehari, ia bisa membawa pulang Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Dalam sebulan, tak kurang dari Rp3 juta masuk ke kantongnya. Sekitar tiga kali lipat dari penghasilan lamanya.

“Apalagi kalau lagi beruntung dapat tips dari pelanggan,” katanya, tersenyum.

Suaminya yang bekerja serabutan tak selalu bisa diandalkan untuk pemasukan tetap. Di situlah Leni mengambil peran lebih. Bukan hanya sebagai ibu, tapi juga penopang ekonomi keluarga.

Di tengah hiruk-pikuk Kota Samarinda, Leni adalah satu dari banyak perempuan yang memilih bertahan dengan cara mereka sendiri. Menggenggam setang motor, menembus jalanan, demi satu tujuan, memastikan dapur tetap ngebul dan masa depan anaknya tetap berjalan.

Baginya, ojek online bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah jalan keluar. Sebuah harapan yang ia temukan di antara deru mesin dan notifikasi order yang tak pernah pasti datang.
Bisa juga ini bos naikkan. Tambahi Natmed.id

Related posts

10 Ribu Umat Hadiri Perayaan, Pastor Moses Tegaskan Makna Paskah Lebih dari Sekadar Ritual

Firda

Amankan Paskah, Polresta Samarinda Kerahkan 600 Personel dan Perkuat Pengawasan di Gereja

Firda

MTQ XV Kecamatan Samarinda Kota Digelar, 93 Peserta Jadi Ajang Seleksi Menuju Tingkat Kota

Firda

You cannot copy content of this page