infosatu.co
EKONOMI

Malud Bisa Ekspor Kelapa, Kaltim Buka Peluang Tiru Guberbur Sherly

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mempercepat pergeseran arah ekonomi daerah dengan mengandalkan sektor perkebunan sebagai sumber pertumbuhan baru. Kakao dan kelapa dipilih sebagai komoditas utama yang dinilai siap dikembangkan dalam waktu relatif cepat.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut, kualitas kakao dari wilayah Kutai Timur, Berau, hingga Mahakam Ulu sudah lama diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Dengan potensi tersebut, pemerintah kini fokus memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Ini peluang nyata. Tinggal bagaimana kita percepat pengembangannya agar berdampak langsung ke ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan kakao akan memanfaatkan skema perhutanan sosial, sehingga masyarakat sekitar kawasan hutan dapat terlibat langsung sebagai pelaku utama.

Skema ini diharapkan mampu memperluas lahan tanpa harus membuka hutan secara masif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Dorongan tersebut semakin kuat setelah pertemuan dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pemerintah pusat disebut siap memberikan dukungan, mulai dari penyediaan bibit hingga intervensi teknis lainnya.

Pemprov juga langsung menyiapkan langkah teknis. Dinas Perkebunan diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan wilayah prioritas pengembangan. Tidak hanya berhenti di sektor hulu, pemerintah juga membidik investasi di sektor hilir.

“Kalau bahan baku melimpah, industri pengolahan pasti masuk. Ini yang kita kejar,” tegas Rudy.

Selain kakao, kelapa dalam menjadi komoditas kedua yang diproyeksikan berkembang pesat, terutama di kawasan pesisir dari Berau hingga Paser. Meski masa panen kelapa konvensional tergolong lama, pemerintah mendorong penggunaan varietas hibrida yang lebih cepat menghasilkan.

Rudy menilai, peluang kelapa sangat besar jika dikelola serius. Ia mencontohkan daerah seperti Maluku Utara yang mampu menghasilkan nilai ekspor hingga triliunan rupiah dari komoditas tersebut.

“Saya diberi tahu Bu Sherly (Gubernur Maluku Utara), ekspor kelapa mereka sudah mencapai Rp1,2 triliun. Saya yakin Kaltim juga potensial untuk penanaman kelapa,” ungkap Rudy Mas’ud.

Kelapa dalam potensial dikembangkan di pesisir Kalimantan Timur yang tersebar dari Berau hingga Paser. Meski diakuinya, untuk kelapa dalam panen baru bisa dilakukan setelah 6-8 tahun. Untuk produksi yang lebih cepat bisa ditanam kelapa hibrida (genjah). Kelapa jenis ini sudah bisa dipanen antara usia 3-5 tahun.

Menurutnya, percepatan tanam harus segera dilakukan dengan dukungan lintas daerah, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki karakter tanah dan kadar garam yang sesuai untuk kelapa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kaltim untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti minyak, gas, dan batu bara. Pemerintah menargetkan sektor perkebunan dapat menjadi penopang ekonomi baru yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Dengan penguatan dari hulu hingga hilir, Kaltim diharapkan tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga pusat industri olahan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Related posts

Indah Yulita Sari Kembangkan Ayam Bakar Makci Sejak 2018, Andalan Menu Rendang dan Jumat Berkah

Andika

Program SERAMBI Dimulai, BI Siapkan Penukaran Uang di Samarinda

Firda

Imlek Bawa Berkah bagi UMKM Lokal Cade For You, Aktif Produksi Hampers di Setiap Perayaan

Firda

You cannot copy content of this page