infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

LKPj 2025 Dipaparkan, Gubernur Rudy Mas’ud Ungkap Pendapatan Kaltim Capai 92,61 Persen

Teks: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menyampaikan LKPj tahun 2025 dalam rapat paripurna ke-7 di DPRD Kaltim.

Samarinda, infosatu.co – Gubernur Kalimantan Ti mamur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-7 DPRD Provinsi Kaltim, Senin 30 Maret 2026.

Laporan tersebut memuat gambaran capaian kinerja pembangunan daerah sepanjang tahun anggaran berjalan.

Rudy menjelaskan, LKPj disusun berdasarkan sejumlah dokumen perencanaan strategis daerah, yakni Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045, Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Selain itu, penyusunan laporan juga mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2024.

Serta telah memuat tindak lanjut atas rekomendasi DPRD terhadap LKPj tahun sebelumnya.

“Pada kesempatan ini kami menyampaikan ringkasan LKPj Tahun 2025 sebagai gambaran capaian pembangunan daerah,” ujar Rudy.

Ia turut memaparkan kondisi geografis Kaltim yang memiliki luas wilayah sekitar 15,34 juta hektare, terdiri atas 12,4 juta hektare daratan dan 2,8 juta hektare perairan.

Jumlah penduduk pada tahun 2025 tercatat sebanyak 4.194.958 jiwa, meningkat sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi keuangan daerah, pendapatan ditargetkan sebesar Rp19,149 triliun dengan realisasi mencapai Rp17,735 triliun atau setara 92,61 persen.

Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer pusat, serta lain-lain pendapatan yang sah.

Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim berhasil melampaui target.

Dari target 79,05 persen, realisasi mencapai 79,39 persen atau 100,43 persen dari target yang ditetapkan.

Di bidang pendidikan, capaian masih menunjukkan variasi. Harapan lama sekolah terealisasi 14,04 tahun dari target yang ditetapkan.

Sementara rata-rata lama sekolah mencapai 10,10 tahun dari target 10,21 tahun, dengan tingkat capaian sebesar 99,43 persen.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, sejumlah indikator menunjukkan hasil positif. Usia harapan hidup mencapai 75,28 tahun, melampaui target 75,17 tahun.

Selain itu, prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 15,94 persen dari target 19,80 persen.

“Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Namun, di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,14 persen, sesuai dengan target.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi belum mencapai target yang diharapkan. Dari target 6,28–6,58 persen, realisasi hanya mencapai 4,53 persen atau sekitar 72,13 persen dari target kinerja.

Untuk tingkat kemiskinan, angka realisasi berada di 5,17 persen dan masih dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah.

Penyampaian LKPj ini menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kaltim sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan ke depan.

Rudy menegaskan, capaian tersebut akan menjadi pijakan dalam mewujudkan visi pembangunan daerah ke depan. “Kaltim sukses menuju Generasi Emas 2025–2029,” pungkasnya.

Related posts

Pengelola Masih Digodok, Mal Lembuswana akan Diambil Pemprov

Firda

Gubernur: Hapus Label Pendatang, Warga Toraja Bagian Utuh Kaltim

Firda

Gubernur Kaltim: Mobil Dinas Rp8,49 Miliar Sudah Dikembalikan ke Pemda

Rizki

You cannot copy content of this page