Bontang, infosatu.co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi warga.
Hal itu disampaikan Agus Haris saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Masjid Nurul Muttaqin, Kelurahan Lok Tuan, Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada dukungan masyarakat.
Sebaliknya, kritik dari warga juga dinilai penting sebagai bahan perbaikan bagi pemerintah daerah.
“Kalau program kami bagus silakan didukung. Tapi kalau ada yang kurang baik, silakan disampaikan kritiknya,” ujar Agus Haris di hadapan warga Kelurahan Lok Tuan Kecamatan Bontang Utara.
Ia mengatakan, membangun kota tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Menurutnya, perbedaan pandangan di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar.
Namun, selama memiliki tujuan yang sama untuk kebaikan bersama, perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Perbedaan itu pasti ada, baik antarindividu maupun antarkelompok. Tapi kalau kita berbicara dalam konteks Ramadan, tujuan kita sama, yaitu meningkatkan ketakwaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Agus Haris juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bontang yang selama ini menjaga kebersamaan dan kondusivitas kota.
Ia menyebut, selama 26 tahun Bontang berdiri, Bontang tetap berada dalam kondisi aman berkat kekompakan warganya.
“Terima kasih atas kebersamaan dan kekompakan masyarakat. Alhamdulillah, Bontang sampai hari ini tetap aman,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan secara pribadi perihal pengelolaan anggaran daerah yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada pemerintah pusat dan lembaga pemeriksa, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral.
Ia mencontohkan salah satu kebijakan pemerintah daerah yang menaikkan insentif kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), guru ngaji, dan beberapa profesi lain sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“APBD yang kita kelola ini bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada pemerintah pusat atau Badan Pemeriksa Keuangan, tapi juga kepada Allah SWT di akhirat. Karena itu saya selalu mengingatkan dinas-dinas untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Agus Haris berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan ide, masukan, maupun aspirasi kepada Pemerintah Kota Bontang selama hal tersebut bertujuan untuk kemaslahatan bersama.
“Kalau ada masyarakat yang memiliki gagasan atau kajian di berbagai sektor, silakan sampaikan kepada pemerintah. Selama itu untuk kepentingan bersama, tentu akan kita dukung,” pungkasnya. (Adv)
