Samarinda, infosatu.co – Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Kalimantan Timur (IKIP PGRI Kaltim) mempertegas komitmennya dalam mendukung akses pendidikan tinggi melalui program “Gratispol” untuk tahun akademik 2026-2027.
Program tersebut dirancang sebagai solusi konkret bagi masyarakat yang seringkali terkendala oleh biaya pendidikan di perguruan tinggi swasta maupun negeri, dengan memberikan jaminan bebas biaya mulai dari tahap pendaftaran hingga kelulusan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IKIP PGRI Kaltim, Abdul Rozak Fahrudin menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan perhitungan matang agar mahasiswa tidak lagi dibebani biaya operasional akademik selama empat tahun masa studi.
“Kami sudah rapat dan tim kampus sudah sosialisasi ke daerah-daerah. Untuk penerimaan tahun 2026-2027, mahasiswa baru di IKIP PGRI itu nanti gratis penuh. Dari sisi pendaftaran, uang kuliah, bimbingan skripsi, sampai wisuda itu tidak bayar,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa beban pembiayaan yang ditanggung tersebut tidak termasuk uang almamater dan buku selama berkuliah.
Ia turut menekankan perbedaan signifikan mekanisme di IKIP PGRI dengan institusi lain.
Jika umumnya perguruan tinggi mewajibkan mahasiswa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) di awal sebelum dana beasiswa cair untuk mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).
Sementara IKIP PGRI memilih untuk meniadakan sistem tersebut atau menerima dana talangan dari orang tua terlebih dahulu untuk aktivasi.
“Kami tidak ada sistem bayar SPP duluan. Begitu dinyatakan lulus beasiswa, ya silakan ikut prosesnya. Kami yang menunggu uangnya dari pemerintah provinsi. Jadi mahasiswa tidak perlu minta uang ke orang tuanya untuk daftar ulang atau memprogram KRS,” tegas Rozak.
Meski demikian, Rozak memberikan catatan bahwa kebijakan ini sangat bergantung pada konsistensi program pemerintah daerah sebagai penyokong utama pendanaan.
Menurutnya, biaya sekitar Rp5 juta per semester atau total berkisar Rp40 juta selama 8 semester sudah cukup untuk menutup operasional pendidikan mahasiswa, termasuk biaya wisuda yang rutin dilaksanakan di hotel berbintang.
“Saya jamin tidak ada bayar dengan catatan bahwa program dari pemerintah ini tidak berubah. Karena bagaimanapun, kehidupan perguruan tinggi swasta itu ditopang dari pembiayaan mahasiswa, dan kali ini sudah ditopang oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
