infosatu.co
Samarinda

Doa Bersama untuk Kaltim, Wagub Minta Jangan Saling Menyalahkan

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi saat membuka kegiatan "Doa Bersama Kaltim" secara virtual yang digelar Kemenag bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). (Foto: Lydia)

Samarinda, infosatu.co – Wakil Gubernur Hadi Mulyadi membuka kegiatan “Doa Bersama Kaltim” secara virtual yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Suasana kegiatan “Doa Bersama Kaltim” secara virtual yang digelar Kemenag bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Sudah 10 hari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Benua Etam berada di atas 1.000, sehingga Pray From Home (PFH) bertujuan untuk mendoakan Indonesia khususnya Kaltim dari situasi pandemi ini.

Seluruh lintas agama bergandengan tangan serta dengan khusyuk berdoa agar pandemi bisa diatasi serta masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 segera sembuh.

Mantan legislator Senayan itu mengatakan bahwa doa bersama ini merupakan salah satu imbauan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan PFH sebagai gerakan nasional.

“Ini usaha serius dan sungguh-sungguh untuk menghadapi pandemi Covid-19. Semoga doa kita didengar dan Allah SWT berkenan membantu serta menolong hambanya menghadapi Covid-19 yang menimpa Kaltim, Indonesia dan seluruh dunia,” ungkapnya, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, Covid-19 membawa dampak yang sangat luas bagi dunia baik kesehatan, perekonomian dan segala hal yang membuat Indonesia menghadapi situasi sangat galau.

“Tidak jarang di antara kita ada yang saling menyalahkan ketika rumah sakit kewalahan menghadapi situasi ini. Ada saja yang menyalahkan rumah sakit dan pihak-pihak lainnya,” urainya.

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada semua stakeholder untuk tidak saling menyalahkan di situasi sulit seperti sekarang ini.

“Ini situasi sulit dan tidak mudah bagi kita merubah tatanan hidup, berbaik sangkalah pada aparat, teman dan petugas. Justru seharusnya kita semua ini saling bekerja sama dan jangan lengah,” terangnya.

Doa bersama yang dilakukan lintas agama pada hari ini diharapkan Hadi, agar Tuhan Semata Alam berkenan melepaskan musibah yang dialami penduduk bumi hingga saat ini.

“Terima kasih kepada seluruh lintas agama, kita sangat yakin doa-doa mereka didengar Allah SWT. Semoga doa bersama ini menjadi bentuk kebersamaan menghadapi Covid-19 yang telah merusak tatanan kehidupan kita,” ajaknya.

Dokter, perawat dan tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang merawat pasien diharapkan tetap semangat.

“TNI-Polri dan Satpol PP juga semangat, mereka semua bekerja luar biasa membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. Sekaligus mari doakan mereka yang meninggal dunia dan mendahului kita semua,” tegasnya.

Perlu diketahui, pembaca doa yang mewakili agamanya masing-masing pada hari ini antara lain Ketua MUI Kaltim KH M Rasyid (Islam), Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Kaltim Pendeta Iwan Bambang (Kristen) dan Uskup Keuskupan Agung Samarinda MGR. Yustinus Harjosusanto (Katolik).

Kemudian Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kaltim I Nengah Sukalana (Hindu), Persatuan Umat Buddha Indonesia  Kaltim Bhikkhu Titaviryo Thera (Buddha) dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kaltim Tan Tiong Leng (Khong Hu Chu). (editor: irfan)

Related posts

Kapolresta Samarinda Ingatkan Warga Cek Rumah dan Berkendara dengan Aman Saat Mudik

Firda

Disdamkar Samarinda Ingatkan Warga Soal Risiko Korsleting Listrik

Firda

Disdikbud Samarinda Imbau Masyarakat Tak Terpaku Sekolah Favorit Saat SPMB

Firda

You cannot copy content of this page