infosatu.co
PENDIDIKAN

Siswa SMK Negeri 7 Samarinda Apresiasi Sosialisasi Antihoaks Diskominfo Kaltim

Teks: Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Negeri 7 Samarinda, Midyati

Samarinda, infosatu.co – Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sambut baik kegiatan literasi digital Diskominfo Kaltim.

Mereka menilai sosialisasi antihoaks dan pencegahan konten pornografi yang di gelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatikaaa (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur sangat bermanfaat bagi pelajar.

Terutama di era maraknya informasi digital yang sulit dibedakan kebenarannya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Negeri 7 Samarinda, Midyati, menjelaskan bahwa siswa usia remaja berada pada fase yang sangat dekat dengan dunia media sosial.

Kondisi tersebut membuat mereka rentan terhadap penyebaran informasi palsu, konten pornografi, hingga komentar negatif yang dapat memicu perilaku impulsif.

“Belakangan ini banyak sekali informasi hoaks yang beredar, apalagi dengan maraknya penggunaan AI,” katanya.

“Terkadang mereka sulit membedakan mana yang hoaks dan mana yang bukan. Konten pornografi, baik visual maupun tulisan, juga semakin banyak beredar,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis 11 Desember 2025.

Midyati menambahkan, para remaja kerap terpancing ikut memberikan komentar tanpa memikirkan dampak dari apa yang mereka tuliskan.

Karena itu, menurutnya, sosialisasi antihoaks dan konten pornografi yang dilakukan Diskominfo memberikan manfaat besar dan menambah pemahaman siswa untuk memilah informasi serta menyaring konten berbahaya.

Selain persoalan literasi digital, Midyati juga mengungkap bahwa kasus penipuan digital masih banyak terjadi di lingkungan orang tua maupun guru.

Beberapa orang tua kerap menjadi sasaran penipu melalui pesan di grup WhatsApp, termasuk kasus peretasan grup dan penyebaran informasi palsu.

Guru pun tak jarang menerima pesan yang menginformasikan keberadaan murid secara tidak benar.

Tidak hanya itu, akun media sosial sekolah juga pernah diretas dan diubah menjadi akun judi karena jumlah pengikutnya yang cukup banyak.

“Kemarin kami sempat kesulitan mengembalikannya, akhirnya kami membuat akun baru. Banyak juga akun siswa yang diretas oleh orang lain,” tutur Widiati.

Pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak siswa.

Mengingat yang hadir pada kesempatan tersebut hanya perwakilan setiap kelas, Midyati berharap peserta sosialisasi dapat membagikan pemahaman yang mereka peroleh kepada rekan-rekan lainnya.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, siswa bisa lebih mampu memilah mana konten yang benar, mana yang hoaks, dan dapat memfilter konten pornografi di media sosial,” jelasnya.

Midyati menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo, narasumber dari Polda, serta pihak-pihak terkait yang telah menyelenggarakan sosialisasi tersebut.

Ia berharap ke depan akan lebih banyak program serupa yang dilakukan di SMK Negeri 7 Samarinda, baik oleh Diskominfo, Dinas Pendidikan, maupun pihak sekolah sendiri.

Related posts

Kedutaan Besar AS Lihat Langsung Potensi Pendidikan Samarinda Lewat Roadshow SUGT

Firda

Kompetisi Desain Alas Kaki Antarpelajar se Indonesia, Ini Rahasia Zahara Sang Juara

Nur Alim

GratisPol di Polnes Lancar, Kampus Pastikan Semua Mahasiswa Kaltim Tetap Terakomodir

Andika

Leave a Comment

You cannot copy content of this page