Samarinda, Infosatu.co – Benturan jadwal Porprov VIII Kaltim 2026 dengan PON Pantai 2026 membuat Basket 3×3 dan Akuatik Kaltim belum bisa leluasa menentukan komposisi atlet yang akan dikirim ke ajang nasional.
Persoalan itu mengemuka dalam audiensi KONI Kaltim bersama perwakilan basket 3×3 dan akuatik di Sekretariat KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Kamis, 15 Oktober 2026.
Sebagai informasi, PON Pantai dijadwalkan berlangsung 21–23 November 2026. Sementara itu, Basket 3×3 dijadwalkan bertanding di Porprov pada 17–23 November dan Akuatik pada 19–21 November.
Sekretaris Umum Perbasi Kaltim Jerry Steffen mengatakan, pihaknya masih melihat peluang sekitar 80 persen untuk mengirimkan tim basket 3×3 putra dan putri ke PON Pantai. Namun, benturan jadwal membuat Perbasi harus mencari atlet yang tidak sedang dibutuhkan untuk memperkuat daerahnya di Porprov.
“Kita memanfaatkan atlet Kaltim yang kuliah di Jakarta untuk turun di PON Pantai,” ungkapnya.
Menurutnya, alternatif tersebut diperlukan karena pertandingan Basket 3×3 Porprov berlangsung hingga 23 November, bersamaan dengan pelaksanaan PON Pantai pada 21–23 November.
Karena itu, pengurus akan berkoordinasi dengan daerah untuk memetakan atlet yang memungkinkan memperkuat Kaltim di PON Pantai.
Di sisi lain, Akuatik Kaltim belum dapat memastikan keikutsertaan. Komite Teknik Open Water Swimming (OWS) Akuatik Kaltim Effendi menyebut peluangnya masih 50:50 karena pengurus masih menunggu Technical Handbook (THB) PON Pantai.
“Kami masih menantikan THB PON Pantai, karena dokumen ini menjadi acuan jadwal tanding bagi atlet,” tuturnya.
Akuatik mempertimbangkan nomor open water swimming 5.000 meter dan 10.000 meter putra-putri. Jika diputuskan berangkat, rencana awalnya mengirim empat atlet, terdiri dari dua putra dan dua putri.
Namun, jadwal akuatik di Porprov juga beririsan dengan PON Pantai. Pertandingan Porprov dijadwalkan 19–21 November, sedangkan PON Pantai berlangsung 21–23 November.
Irisan pada 21 November membuat akuatik perlu memastikan lebih dulu jadwal pertandingan PON Pantai sebelum menentukan atlet yang akan dikirim. Kepastian teknis juga diperlukan untuk melihat apakah atlet yang sama memungkinkan menjalani kedua agenda tersebut.
Ketersediaan atlet, jadwal pertandingan, mobilisasi, serta kemampuan pembiayaan kini menjadi pertimbangan KONI Kaltim bersama masing-masing pengurus cabor sebelum mengambil keputusan final terkait PON Pantai 2026.
