infosatu.co
Samarinda

Petani Tenggarong Ambil Bagian di Festival UMKM, Bawa Sayur Segar dari Ladang Sendiri

Teks: Poktan Kedoyan Yang Memasarkan Produk Hasil Tani Sendiri di Festival UMKM

Samarinda, infosatu.co – Kehadiran para petani lokal turut meramaikan pelaksanaan Festival UMKM dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satu yang menonjol adalah partisipasi Kelompok Tani (Poktan) Kedoyan dari Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Diwakili oleh Maryana, Poktan Kedoyan merupakan binaan dari Bank Indonesia yang kerap berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah maupun stan pameran ketahanan pangan.

Dalam festival kali ini, mereka membuka stan penjualan aneka hasil pertanian segar, seperti sayur-mayur, cabai, dan bawang merah, yang langsung diambil dari ladang dan kebun milik kelompok maupun anggota.

“Yang kami jual ini ada yang dari lahan sendiri, ada juga yang kami ambil dari sesama anggota kelompok. Persiapannya kami lakukan sejak sore, setelah panen, dan subuh sudah berangkat ke lokasi,” ujar Maryana saat ditemui di lokasi, Senin, 7 Juli 2025.

Ia menjelaskan, produk-produk pertanian yang dibawa ke festival merupakan hasil panen harian.

Proses distribusinya pun cukup menantang, mengingat jarak dari kediamannya di wilayah luar Tenggarong ke lokasi acara di Samarinda memerlukan waktu tempuh yang cukup panjang.

“Kami berangkat dari rumah jam 5 pagi, dan itu masih sekitar 20 kilometer dari pusat Tenggarong,” ungkapnya.

Menurutnya, sistem sayur yang ada di stan festival ini bergilir dan diperbarui setiap hari.

Produk yang tidak habis dijual akan diganti dengan panen segar keesokan harinya.

Harapannya, produk yang ditawarkan tetap dalam kondisi terbaik dan menarik minat pengunjung.

“Kalau sore ini habis, malam kita siapkan lagi buat besok. Jadi tetap segar dan pembeli pun puas,” tuturnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan bahwa keterlibatan kelompok taninya dalam festival ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam hal pemasaran langsung dan wawasan mengenai pengemasan produk.

Ia menilai festival seperti ini memberikan ruang bagi petani untuk tidak hanya berjualan, tetapi juga membangun koneksi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah.

“Lewat acara seperti ini, kami bisa jual langsung hasil panen, tanpa perantara. Bisa ketemu langsung dengan Dinas Ketahanan Pangan, Bank Indonesia, dan instansi lain. Kami juga jadi tahu cara kemas produk yang lebih menarik,” katanya.

Maryana berharap kegiatan semacam Festival UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkala dan diperluas skalanya.

Bagi petani kecil seperti dirinya, keberadaan event semacam ini bukan hanya tempat jualan, tetapi juga wadah pembelajaran dan promosi.

“Dulu kami hanya tahu bungkus pakai plastik, sekarang sudah mulai belajar kemasannya harus bagus. Supaya harga lebih baik dan pembeli tertarik,” ujarnya.

Festival UMKM yang berlangsung dari 7 hingga 9 Juli 2025 ini menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha lokal, termasuk petani, untuk menunjukkan potensi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam memasarkan produk secara lebih profesional.

Related posts

PPMS Samarinda Desak Negara Tegakkan UU TPKS, FGD Ungkap Tantangan Advokasi Perempuan Muda Korban Kekerasan

Emmy Haryanti

Pemerataan Sekolah dan Distribusi Makanan Gratis di Samarinda Ulu Terjaga

adinda

Bawaslu Samarinda: Demokrasi Substansial Bukan Sekadar Formalitas

Rizki

Leave a Comment

You cannot copy content of this page