infosatu.co
EKONOMI

Peluang Bisnis Jasa MUA Terus Tumbuh, Kompetensi Penata Rias Diperkuat

Teks: Sejumlah peserta tampil dalam peragaan tata rias dan busana saat kegiatan peningkatan kompetensi MUA di Kota Bontang. Penguatan keterampilan MUA dinilai dapat membuka peluang pengembangan usaha sekaligus meningkatkan daya saing pelaku jasa tata rias di tengah kebutuhan layanan kecantikan yang terus berkembang. (Foto: Ist)

Bontang, Infosatu.co – Bisnis jasa tata rias di Kota Bontang dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan makeup artist (MUA) untuk berbagai kegiatan.

Peluang tersebut turut didorong PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui penguatan kompetensi bagi 50 penata rias di Kota Bontang. Peningkatan keterampilan diarahkan agar pelaku jasa tata rias mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim Dwi Agung Wibowo mengatakan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.

Menurutnya, perkembangan kebutuhan jasa MUA membuat pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan dasar tata rias. Mereka juga perlu mengikuti tren, memahami karakter pelanggan, hingga mampu menyesuaikan hasil riasan dengan kebutuhan masing-masing klien.

“Kompetensi yang semakin baik akan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, membangun portofolio, memperluas jaringan, dan pada akhirnya turut meningkatkan daya saing usaha,” ungkapnya.

Ia menyebutkan jasa tata rias memiliki pasar yang cukup beragam. Layanan MUA dibutuhkan untuk pernikahan, wisuda, kegiatan formal, pemotretan, pertunjukan hingga berbagai agenda sosial dan profesional.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi penata rias untuk memperluas pasar apabila mampu menjaga kualitas layanan dan mengikuti perkembangan industri kecantikan.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut menggandeng profesional MUA Vivin Anisa Fauziah atau Chammy Makeup. Materi tidak hanya berfokus pada teknik tata rias, tetapi juga pengembangan kemampuan peserta dalam menyesuaikan hasil makeup dengan karakter dan kebutuhan pelanggan.

Agung berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat mendorong peserta memperkuat portofolio, memperluas jaringan pelanggan, serta meningkatkan daya saing usaha.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat terus diasah dan dikembangkan untuk meningkatkan daya saing usaha,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang Asdar Ibrahim mengatakan, penguatan keterampilan MUA sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan pasar kerja dan usaha.

Menurutnya, jasa tata rias dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri apabila didukung kemampuan yang memadai. Bahkan, usaha tersebut berpotensi berkembang dan menciptakan kesempatan kerja bagi orang lain.

“Jasa tata rias merupakan salah satu bidang yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Kami menyambut positif kegiatan ini sebagai upaya bersama meningkatkan peluang bagi masyarakat,” ujar Asdar.

Salah seorang peserta Sarina Dela menilai, perkembangan tren makeup yang cepat membuat pelaku usaha harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

Menurut Sarina, peningkatan kemampuan tersebut penting untuk mempertahankan kepuasan pelanggan sekaligus membangun kepercayaan terhadap jasa yang ditawarkan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas jasa dengan lebih profesional. Tentu kami juga harus terus belajar agar pelanggan semakin puas dengan layanan jasa kami,” tuturnya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat kembali digelar dengan materi yang mengikuti perkembangan industri kecantikan, sehingga semakin banyak penata rias di Bontang yang mampu mengembangkan profesinya menjadi usaha yang berkelanjutan.

Related posts

Ruang Fiskal Samarinda Menyempit, APBD Perubahan 2026 Dipangkas Rp213 Miliar

Emmy Haryanti

Barista Kaltim Tembus Nasional, Inovasi Produk Dorong Ekosistem Kopi Lokal

Emmy Haryanti

PI 10 Persen KKKS Migas Jadi Perhatian KPK, Potensi dan Hambatan di Kaltim Dipetakan

Rizki