Samarinda, Infosatu.co – Peluang kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) dan pegiat seni menjadi salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk mendukung potensi seni pelajar. Hal ini sejalan dengan capaian pelajar Kaltim yang meraih dua juara pertama dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Nasional.

Mega Ng dari SMA Citra Kasih Samarinda meraih juara pertama kategori desain poster. Prestasi serupa diraih Tasya Yasmin Salsabila, Faris Zuhdi Naufal, dan Reya Deka Yusdiawan dari SMK Negeri 2 Bontang pada kategori film pendek.
Dua penghargaan lainnya diraih Muhammad Rizky dari SMA Negeri 1 Tanah Grogot sebagai juara harapan I kategori cipta lagu dan Aldyno Fernanda dari SMK Negeri 19 Samarinda yang memperoleh juara harapan III kategori monolog.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin menyebut capaian tersebut menunjukkan potensi seni yang dimiliki pelajar di daerah. Menurutnya, kemampuan tersebut perlu mendapat dukungan agar dapat terus berkembang.
“Untuk desain poster dan film pendek, anak kita juara satu. Satu dari SMA Citra Kasih Samarinda dan SMK Negeri 2 Bontang,” kata Armin saat kegiatan Pameran Seni Rupa Di Balik Situs di Samarinda, Senin, 12 Oktober 2026.
Armin juga menyampaikan capaian pelajar Kaltim pada kategori cipta lagu dan monolog. Prestasi dari empat kategori tersebut, menurutnya, menjadi gambaran potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama berbagai pihak.
“Kemudian satu lagi, cipta lagu juga harapan satu dari SMA Negeri 1 Tanah Grogot, dan harapan tiga monolog dari SMK Negeri 19 Samarinda. Ini gambaran bahwa kita punya potensi,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan potensi tersebut, termasuk dengan pihak-pihak yang bergerak di bidang seni dan kebudayaan.
“Tinggal kita nanti berkolaborasi,” tegasnya.
Peluang pengembangan seni dan kebudayaan juga terlihat melalui Pameran Seni Rupa Di Balik Situs yang diinisiasi Lembaga Perupa Kalimantan Timur melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026.
Pameran tersebut menghadirkan 40 karya lukis dari 20 perupa yang mengangkat situs bersejarah di Kaltim dan Kalimantan Utara.
Melalui karya-karya tersebut, sejarah dan warisan budaya diperkenalkan dari sudut pandang seni rupa. Tema Di Balik Situs mengajak masyarakat melihat lebih jauh cerita, peristiwa, dan jejak peradaban yang tersimpan di balik peninggalan sejarah.
Armin menilai pengenalan sejarah dan kebudayaan perlu dilakukan melalui beragam pendekatan agar lebih dekat dengan generasi muda. Karya seni dapat menjadi salah satu cara untuk menyampaikan nilai sejarah sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat.
“Artinya, seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda,” tutup Armin.
