infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Literasi Pelajar Masih 70 Persen, Diskominfo Soroti Kerentanan terhadap Hoaks dan Kejahatan Siber

Teks: Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Dafa Ezra

Samarinda, infosatu.co — Dafa Ezra, Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menilai tingkat literasi digital di kalangan pelajar masih berada pada kisaran 70 persen.

Hal itu disampaikan Dafa seusai kagiatan sosialisasi bertema antihoaks dan konten pornografi di media sosial bagi pelajar, yang digelar di SMK Negeri 7 Samarinda.

Dafa menilai generasi Gen Z masih sangat bergantung pada informasi dari media sosial, namun belum sepenuhnya mampu memilah kebenaran informasi yang mereka terima.

Dafa menjelaskan, dalam beberapa kali memberikan paparan di sekolah-sekolah, ia menemukan masih banyak pelajar yang tidak memahami dasar-dasar literasi digital.

Bahkan, sebagian dari mereka pernah menjadi korban kejahatan siber, dan tidak sedikit pula yang justru tanpa sadar ikut menjadi penyebar hoaks.

Terkait peningkatan kasus, Dafa mengakui pihaknya tidak memiliki data pasti karena Diskominfo bukan merupakan lembaga penegak hukum.

Namun, ia menyampaikan bahwa laporan yang diterima cenderung menurun.

“Kemarin kami dapat dua laporan tentang kasus hoaks dan juga cybercrime,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa ancaman siber yang paling sering menyasar pelajar adalah penyebaran hoaks.

Pelajar dianggap menjadi target empuk karena kondisi emosional yang masih labil dan mudah tersulut.

Dafa bahkan mencontohkan adanya kasus di salah satu SMA di Balikpapan, di mana pelajar tidak hanya menjadi korban, tetapi juga ikut menyebarkan informasi bohong.

“Tidak cuma orang tua mereka bilang bahwa ilmu hoaks itu penting, tapi pelajarnya sendiri kadang menjadi penyebar hoaks,” terangnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Diskominfo disebut terus mengambil langkah konkret melalui berbagai sosialisasi.

Program edukasi dilakukan di SMA, perguruan tinggi, website resmi Diskominfo, serta melalui media rekanan.

“Sosialisasi yang kami lakukan meliputi anti-hoaks, konten pornografi, keamanan data, dan literasi digital. Ini kami lakukan di sekolah-sekolah, perkuliahan, dan juga melalui platform media kami,” pungkasnya, Kamis 11 Desember 2025.

Dengan semakin maraknya ancaman siber yang menyasar generasi muda, Dafa menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital sebagai langkah pencegahan.

Related posts

Koordinasi dengan Kemendagri dan BPK, Pembatalan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Masih Diproses

Firda

Ketua Tim Ahli Gubernur Kaltim Paparkan Fungsi Tim Ahli dalam Pembangunan Daerah

Firda

Porprov 2026 Terancam Mundur ke 2027, Mayoritas Daerah Terkendala Anggaran Atlet

Firda

You cannot copy content of this page