Kukar, Infosatu.co – Insiden menimpa seorang wartawan media online, Yuliana Wulandari. Ia mengalami luka di bagian pelipis setelah terkena helm saat menjalankan tugas peliputan kasus dugaan asusila di Pengadilan Negeri Tenggarong, Rabu,25 Februari 2026, sekitar pukul 16.09 Wita.
Ia hadir untuk mengikuti jalannya persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak asuhnya.
Setelah pembacaan tuntutan selesai, sejumlah wartawan bergegas keluar dari ruang sidang menuju area parkir untuk meminta keterangan tambahan dari pihak orang tua korban, keluarga pelaku, serta rekan-rekan terdakwa yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
Para kuli tinta itu, kemudian mencoba mendekati salah satu rekan terdakwa yang diketahui bernama Efri bersama beberapa rekannya. Namun pihak yang bersangkutan tidak bersedia memberikan keterangan dan berusaha meninggalkan lokasi parkir pengadilan dengan tergesa-gesa.
Menurut keterangan Yuliana, dirinya hanya bermaksud meminta klarifikasi singkat sebagai bahan pemberitaan. Namun situasi berubah ketika salah seorang rekan Efri yang membawa helm bergerak cepat untuk meninggalkan lokasi.
“Saya hanya ingin meminta sedikit keterangan, tetapi mereka langsung bergegas pergi tanpa memberi jawaban,” ungkap Yuliana kepada sesama wartawan yang sedang meliput sidang, Rabu,25 Februari 2026.
Dalam kondisi berlangsung cepat, helm yang dibawa salah satu rekan terdakwa diduga mengenai bagian pelipis dan alis kiri Yuliana. Benturan itu menyebabkan luka ringan yang sempat mengeluarkan darah serta menimbulkan pembengkakan di sekitar pelipis.
Akibat benturan di bagian pelipis yang berada di antara alis dan mata, Yuliana mengaku sempat mengalami gangguan penglihatan berupa pandangan kabur dan kehilangan fokus selama beberapa saat.
Ia juga merasakan gemetar serta nyeri yang cukup terasa di bagian kepala yang terbentur.
“Saat terkena di pelipis, penglihatan saya sempat kabur karena posisinya dekat mata. Saya juga merasa gemetar dan cukup kesakitan,” jelasnya.
Insiden tersebut sempat menjadi perhatian wartawan lain yang berada di lokasi, karena terjadi ketika jurnalis sedang menjalankan tugas peliputan persidangan yang menjadi perhatian publik.
Kejadian ini menambah kekhawatiran mengenai keselamatan wartawan saat melakukan peliputan, khususnya dalam kasus-kasus sensitif yang melibatkan banyak pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai peristiwa tersebut.
Para wartawan yang ada di lokasi berharap seluruh pihak dapat menghormati tugas jurnalistik dan menjaga situasi tetap kondusif, sehingga proses peliputan dapat berlangsung dengan aman dan profesional.
